Bangun Jiwa Agripreneur Muda, BBRMP Sulawesi Barat Perkuat Wawasan Pascapanen
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik melalui berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia, salah satunya melalui program magang/praktik kerja lapang yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Mamuju (UNIMAJU) Program Studi Agribisnis dan Ekonomi Pembangunan. Kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, baik melalui pembelajaran di kelas maupun praktik lapangan.
Sebagai bagian dari kegiatan magang tersebut, mahasiswa mendapatkan kelas penguatan materi pertanian dan ide bisnis melalui penyampaian materi Teknologi Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian yang dilaksanakan pada 12 Februari 2025. Materi disampaikan oleh Sarpina, Penyuluh Pertanian BBRMP Sulawesi Barat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai penanganan hasil panen serta pengembangan nilai tambah produk pertanian.
Dalam pemaparannya, Sarpina menjelaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh penanganan setelah panen. Proses pascapanen berperan penting dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan nilai jual, serta memperkuat daya saing di pasar.
“Penanganan pascapanen yang kurang tepat dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar, meskipun hasil panen melimpah,” ujarnya di hadapan peserta magang.
Materi yang disampaikan meliputi teknik penanganan hasil panen, proses sortasi dan grading, standar penyimpanan, hingga inovasi pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk. Selain teori, mahasiswa juga mendapatkan gambaran praktik lapangan yang relevan dengan kondisi pertanian saat ini.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait peluang usaha berbasis pengolahan hasil pertanian.
Kegiatan magang praktik kerja lapang ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 tentang layanan magang, yang menekankan bahwa program magang memberikan pengalaman budaya kerja sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta di bidang pertanian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas tentang sektor pertanian, tidak hanya pada proses budidaya, tetapi juga pada pengolahan hasil dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.(HR)