BRMP Sulawesi Barat Hadiri Review Hasil Desain SID Optimasi Lahan Non Rawa
MAKASSAR – Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu wilayah di Kawasan Timur Indonesia yang terus mendorong peningkatan kontribusinya terhadap produksi pangan nasional. Dengan potensi lahan pertanian yang masih cukup besar, khususnya untuk komoditas padi, pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Barat perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur pertanian dan tata kelola sumber daya air yang optimal.
Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian melaksanakan Program Optimasi Lahan Non Rawa sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman pada lahan pertanian yang telah ada. Pelaksanaan program ini turut didukung oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Program Optimasi Lahan Non Rawa diarahkan pada peningkatan keandalan suplai air bagi lahan pertanian melalui rehabilitasi maupun pembangunan infrastruktur pengairan sederhana, antara lain dam parit, embung, bangunan pengambilan, jaringan irigasi tingkat usaha tani, serta instalasi pompa. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mendukung lahan pertanian di luar cakupan jaringan irigasi teknis yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program, Tim Universitas Hasanuddin sebelumnya telah melaksanakan Survei Investigasi dan Desain (SID) pada enam kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat dengan total luasan mencapai 4.861,74 hektare.
Sebagai tindak lanjut, Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Review Hasil SID Optimasi Lahan Non Rawa Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut melibatkan BPLIP Kelas I Makassar, Tim Teknis BRMP Sulawesi Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Review yang berlangsung selama dua hari tersebut difokuskan pada penilaian kesesuaian data topografi, kelayakan hidrologi, serta rancangan teknis infrastruktur pengairan, seperti saluran irigasi, pintu air, dan jaringan perpipaan. Review ini penting untuk memastikan rancangan yang disusun dapat diterapkan secara efektif dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil review, seluruh lokasi CPCL dinyatakan berstatus Clean and Clear (CnC) berdasarkan hasil overlay GIS dan verifikasi lapangan. Secara prinsip, seluruh lokasi telah memenuhi persyaratan teknis untuk pelaksanaan SID Optimasi Lahan Non Rawa dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan, kesesuaian lahan, serta kondisi topografi masing-masing lokasi.
Dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala, di antaranya akses menuju sejumlah lokasi yang cukup sulit sehingga berdampak pada proses pemberkasan CPCL. Selain itu, terdapat kondisi di mana usulan atau permintaan petani belum sepenuhnya sebanding dengan luasan lahan yang tersedia.
Di sela kegiatan tersebut, Tim Teknis BRMP Sulawesi Barat yang didampingi Kepala BRMP Sulawesi Barat juga melakukan kunjungan ke Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai kegiatan strategis Kementerian Pertanian, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan lahan, irigasi, optimasi lahan, dan dukungan terhadap peningkatan produksi pangan.
BRMP Sulawesi Barat dan BPLIP Kelas I Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan integrasi dalam mendukung pelaksanaan program-program strategis Kementerian Pertanian. Kolaborasi lintas unit kerja diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan pencapaian swasembada pangan nasional.(YPS)