BRMP Sulbar dan BPS Polman Panen Ubinan PM-AAS, Produktivitas Tembus di Atas 10 Ton/Ha
POLEWALI MANDAR – Upaya penerapan teknologi pertanian modern yang dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Demplot Produk Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern melalui model Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dilaksanakan di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, menggunakan varietas padi unggul Inpari 42 GSR dan kini memasuki masa panen.
Sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan penerapan teknologi, BRMP Sulawesi Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan ubinan untuk mengukur produktivitas hasil panen secara objektif dan sesuai kaidah statistik.
Pelaksanaan ubinan menjadi tahapan penting dalam memperoleh data produktivitas yang akurat sebagai dasar evaluasi efektivitas teknologi PM-AAS yang diterapkan di lapangan.
Hasil ubinan menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Pada lahan seluas 2 hektare tersebut diperoleh produktivitas melampaui target kegiatan PM-AAS yang ditetapkan sebesar 10 ton per hektare . Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya modern mampu memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan dibandingkan dengan rata-rata hasil panen di wilayah sekitar.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian adaptif dan modern melalui model PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi secara nyata. Keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan paket teknologi budidaya yang terintegrasi, pemanfaatan mekanisasi pertanian, penggunaan varietas unggul, serta pendampingan intensif kepada petani selama proses budidaya.
Keikutsertaan Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali Mandar dalam pelaksanaan ubinan memberikan jaminan bahwa data produktivitas yang diperoleh bersifat objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut diharapkan menjadi referensi penting dalam pengembangan model PM-AAS di wilayah lain sebagai salah satu strategi percepatan modernisasi pertanian.
Kepala BRMP Sulawesi Barat menyampaikan bahwa hasil panen ubinan yang melebihi target merupakan bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan melalui PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lain untuk mengadopsi teknologi budidaya modern sehingga mampu meningkatkan hasil panen, efisiensi usaha tani, dan pada akhirnya mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.
Melalui keberhasilan panen ubinan dengan produktivitas di atas 10 ton per hektare, BRMP Sulawesi Barat optimistis bahwa Program PM-AAS dapat terus menjadi model pengembangan pertanian modern yang adaptif, produktif, dan berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani.(MPS/MR)