• Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
  • WA center: 0853-9661-9306
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
43 dilihat       31 Juli 2026

BRMP Sulbar Fasilitasi Unhas Matangkan SID Optimasi Lahan Non Rawa untuk Tingkatkan IP

MAMUJU– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Review Hasil Desain Survei Investigasi dan Desain (SID) Optimasi Lahan Non Rawa (OPLA) Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2026, bertempat di Aula BRMP Sulawesi Barat. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam penyempurnaan dokumen perencanaan sebagai dasar pelaksanaan Program Optimasi Lahan Non Rawa guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP), serta mendukung percepatan swasembada pangan di Provinsi Sulawesi Barat..

Program Optimasi Lahan Non Rawa (OPLA) merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian melalui perbaikan tata kelola lahan dan air, peningkatan infrastruktur pertanian, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Melalui program ini diharapkan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, meningkatkan frekuensi tanam, serta memperluas luas tanam tanpa harus membuka lahan pertanian baru. Upaya tersebut menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga produksi pangan, khususnya komoditas padi, dapat terus meningkat secara berkelanjutan.Keberhasilan pelaksanaan Program OPLA sangat bergantung pada kualitas dokumen Survei Investigasi dan Desain (SID). Oleh karena itu, setiap usulan lokasi harus melalui proses identifikasi, verifikasi, dan validasi secara menyeluruh agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi petani. Melalui FGD ini, seluruh hasil survei dan desain dibahas bersama untuk memastikan bahwa rekomendasi teknis yang dihasilkan akurat, aplikatif, dan dapat diimplementasikan secara efektif.

FGD ini juga melibatkan para pemangku kebijakan dari tingkat provinsi maupun kabupaten, di antaranya perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten melalui perangkat daerah yang membidangi pertanian, penyuluh pertanian, serta tim teknis dari Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin dan BRMP Sulawesi Barat. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan komitmen dan sinergi yang kuat dalam mendukung Program Optimasi Lahan Non Rawa sekaligus menjadi forum koordinasi untuk merumuskan dokumen SID yang akurat, komprehensif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Melalui forum ini, setiap usulan lokasi dibahas berdasarkan kondisi riil di lapangan sehingga keputusan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga selaras dengan kebijakan pembangunan pertanian daerah dan kebutuhan petani. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh penyuluh pertanian dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat yang memiliki usulan lokasi Program Optimasi Lahan Non Rawa (OPLA). Keterlibatan penyuluh menjadi sangat penting karena mereka merupakan ujung tombak pendampingan petani yang memahami secara langsung karakteristik wilayah binaannya, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan sumber air, jaringan irigasi, pola tanam, hingga kesiapan kelompok tani. Informasi dan masukan dari penyuluh menjadi bahan verifikasi untuk memastikan bahwa setiap lokasi yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria teknis, memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas lahan, serta mampu mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, dan BRMP Sulawesi Barat, pelaksanaan Program OPLA diharapkan lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.

Selama pelaksanaan FGD, Tim Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin memaparkan hasil Survei Investigasi dan Desain (SID) yang telah dilakukan pada lokasi-lokasi usulan di enam kabupaten sasaran, yaitu Pasangkayu, Mamuju, Majene, Mamuju Tengah, Polewali Mandar, dan Mamasa. Hasil survei tersebut kemudian dibahas bersama seluruh peserta untuk memperoleh masukan terhadap kondisi eksisting lahan, jaringan irigasi, sumber air, aksesibilitas, serta kesiapan petani dalam mendukung pelaksanaan Program OPLA. Melalui proses diskusi, verifikasi, dan penyempurnaan dokumen SID ini diharapkan diperoleh desain yang mampu menggambarkan kondisi lapangan secara akurat sehingga menjadi dasar yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa. Dokumen SID yang berkualitas akan mempermudah pelaksanaan program, meminimalkan kendala di lapangan, serta memastikan setiap intervensi pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas lahan dan produksi pangan.

BRMP Sulawesi Barat terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan pelaksanaan Program Optimasi Lahan Non Rawa yang lebih efektif, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.(MN)

Prev Next

- BRMP Sulawesi Barat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Sulbar Perkuat Pengelolaan Bantuan Pemerintah melalui Koordinasi Nasional eBanper
    30 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulawesi Barat Bergerak Identifikasi Sawah Terdampak Kekeringan di Polewali Mandar
    29 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulbar, Dinas Pertanian Pasangkayu serta PPL matangkan akselerasi PM-AAS
    29 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulawesi Barat Berkolaborasi Lakukan Mitigasi Kekeringan di Kab. Polewali Mandar
    28 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat

tags

SID

Kontak

WA center: 0853-9661-9306
(0426) 2321830
[email protected]

Website:https://sulbar.brmp.pertanian.go.id/

Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat
Mamuju - Sulawesi Barat
Indonesia
91511

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat. All Right Reserved