BRMP Sulbar Perkuat Sinergi Stakeholder Dukung Pengadaan Gabah/Beras BULOG Semester II 2026
MAMUJU-Perum BULOG Cabang Mamuju menggelar rapat persiapan pengadaan gabah/beras Semester II Tahun 2026 yang berlangsung di Pantai Tapandullu, Mamuju. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target pengadaan gabah dan beras BULOG di wilayah Sulawesi Barat
Target tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap secara optimal. Dalam konteks tersebut, pencapaian target pengadaan di daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BULOG Mamuju, Kepala BRMP Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju, Dandim 1418/Mamuju, para penyuluh pertanian, serta mitra BULOG. Kehadiran berbagai stakeholder tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal.
Dalam pembahasan, ditekankan bahwa pencapaian target pengadaan BULOG, termasuk kontribusi terhadap target nasional 4 juta ton, tidak hanya menjadi tanggung jawab BULOG, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, BRMP Sulawesi Barat, TNI, penyuluh pertanian, hingga mitra pengadaan. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat pengawalan di tingkat petani dan memastikan gabah hasil produksi dapat masuk ke dalam rantai pengadaan BULOG.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah perlunya pengawalan harga gabah di tingkat petani. Seluruh pihak diharapkan bersama-sama memberikan edukasi dan pendampingan agar petani tidak menjual gabah di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan pengawalan tersebut, petani diharapkan memperoleh harga yang layak sekaligus tetap mendukung stabilitas pasokan gabah dan beras nasional.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Sulawesi Barat menyampaikan kondisi pertanaman yang saat ini berlangsung di sejumlah wilayah Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Kondisi pertanaman tersebut perlu menjadi dasar dalam menyusun strategi pengadaan dan penyerapan gabah/beras pada Semester II Tahun 2026.
Kepala BRMP Sulawesi Barat juga menyampaikan bahwa perkembangan pertanaman di wilayah tersebut perlu terus diselaraskan dengan berbagai program Kementerian Pertanian. Sinkronisasi antara kondisi pertanaman di lapangan dengan program pemerintah menjadi penting untuk memastikan dukungan terhadap peningkatan produksi, produktivitas, serta kesejahteraan petani dapat berjalan secara efektif.
Koordinasi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, BRMP Sulawesi Barat, BULOG, dan stakeholder lainnya dinilai sangat penting dalam memperoleh informasi mengenai potensi panen, lokasi pertanaman, waktu panen, serta kondisi harga gabah di tingkat petani. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengadaan dan penyerapan gabah secara lebih tepat, sehingga setiap potensi produksi di daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung pemenuhan target pengadaan nasional.
Melalui rapat ini, seluruh stakeholder diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk mengawal produksi dan pemasaran hasil pertanian, menjaga harga gabah di tingkat petani, serta mendukung BULOG dalam mencapai target pengadaan Semester II Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memenuhi target nasional sebesar 4 juta ton.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pengadaan BULOG, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani melalui kepastian pasar dan harga yang layak. Dengan sinergi yang semakin kuat, pengelolaan produksi dan penyerapan gabah di Sulawesi Barat diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat cadangan pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.(RH)