Gerak Tanam Serempak PM-AAS di Kabupaten Majene Dorong Pertanian Modern dan Efisien
Majene — Gerakan Tanam Serempak dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan. Di Sulawesi Barat, salah satu lokasi kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Majene dengan luasan pertanaman 0,5 hektare, yang melibatkan pemerintah daerah, penyuluh, stakeholder pertanian, dan petani.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, PJ Swasembada Pangan BRMP Sulawesi Barat beserta tim, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Majene, perwakilan Pupuk Indonesia, Penyuluh CWS ProvinsiKetua, Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Majene, Korluh se-Kabupaten Majene, penyuluh pertanian se-Kecamatan Tubo Selatan, serta para petani.
Pelaksanaan gerak tanam serempak ini menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperkuat penerapan metode PM-AAS di tingkat petani. Pendekatan tersebut mengintegrasikan teknologi dan pengelolaan budidaya secara lebih terencana untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi, tenaga, waktu, serta mengoptimalkan produktivitas lahan.
Wakil Bupati Majene menyampaikan dukungannya terhadap penerapan PM-AAS dan berharap metode tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh semakin banyak petani. Menurutnya, PM-AAS memberikan berbagai keuntungan karena dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus berpotensi menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani.
“Kami berharap metode PM-AAS ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh seluruh petani secara berkelanjutan. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh, terutama dari sisi efisiensi tenaga, waktu, dan biaya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” ungkap Wakil Bupati Majene.
Sementara itu, PJ Swasembada Pangan BRMP Sulawesi Barat menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan pertanian modern yang mengoptimalkan teknologi, penggunaan sarana produksi, mekanisasi, serta pengelolaan budidaya secara terukur. Berbeda dengan pola konvensional yang masih banyak mengandalkan tenaga manual dan penggunaan input yang belum sepenuhnya terukur, PM-AAS diarahkan untuk menghasilkan proses budidaya yang lebih efisien, efektif, dan sesuai kebutuhan tanaman serta kondisi lahan.
Penerapan PM-AAS juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, penyuluh, stakeholder pertanian, dan petani. Dalam hal ini, keberadaan Penyuluh CWS Provinsi, penyuluh kabupaten, serta penyuluh di tingkat kecamatan menjadi bagian penting dalam pendampingan petani agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat dan berkelanjutan.
Gerak Tanam Serempak PM-AAS di Kabupaten Majene kemudian dilaksanakan bersama petani pada lahan seluas 0,5 hektare. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan pertanian modern di Kabupaten Majene, meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, serta memperkuat kontribusi Sulawesi Barat dalam mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.