Pendampingan Intensif Perbenihan Padi, BBRMP Sulbar Dorong Produksi Benih Bermutu di Polewali Mandar
POLEWALI MANDAR– Upaya peningkatan mutu produksi benih padi terus diperkuat melalui pendampingan teknis yang dilaksanakan Tim Kegiatan Perbenihan Padi Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini berlangsung di Kelompok Tani Harapan Mulyo, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, sebagai langkah strategis dalam memastikan ketersediaan benih unggul dan bermutu bagi petani.
Pendampingan difokuskan pada tahapan krusial, yakni pengolahan lahan serta aplikasi bahan organik sebagai bagian dari standar operasional produksi benih padi. Tim memberikan arahan teknis mulai dari proses pembajakan, penggaruan, hingga perataan lahan yang dilakukan secara bertahap guna menciptakan kondisi tanah yang gembur, rata, memiliki aerasi baik, serta daya simpan air yang optimal. Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam menunjang pertumbuhan awal tanaman secara maksimal.
Selain itu, petani juga didorong untuk mengaplikasikan kompos sebagai sumber bahan organik utama. Langkah ini dinilai efektif dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sekaligus meningkatkan ketersediaan unsur hara makro maupun mikro yang sangat dibutuhkan tanaman sejak fase awal pertumbuhan. Dengan penggunaan bahan organik yang tepat, produktivitas lahan diharapkan semakin meningkat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, digunakan varietas unggul Inpari 32 HDB yang dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB), potensi hasil tinggi, serta kemampuan adaptasi yang baik pada berbagai kondisi sawah irigasi. Varietas ini juga menunjukkan respons positif terhadap pemupukan berimbang, sehingga sangat mendukung dalam sistem produksi benih padi berkualitas tinggi.
Melalui pendampingan ini, diharapkan kapasitas teknis petani semakin meningkat, khususnya dalam menerapkan standar produksi benih mulai dari pengelolaan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawalan secara berkelanjutan sampai tahap panen dan pascapanen.
Dengan pendampingan yang konsisten, mutu genetik, fisik, dan fisiologis benih dapat terjaga dengan baik. Hal ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketersediaan benih unggul secara berkelanjutan di Sulawesi Barat serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian daerah.(MR/MN)