Sulbar Jadi Perhatian Khusus, Prof. Arsyad Hadir Langsung di Rapat BBRMP Sulawesi Barat
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR), Rabu (22/4/2026), bertempat Aula Diseminasi BBRMP Sulawesi Barat, Mamuju. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Sumarni Panikkai selaku Kepala BBRMP Sulawesi Barat atau Direktur Wilayah. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari percepatan tanam padi dan penguatan program strategis pertanian di Sulawesi Barat.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Ir. Muhammad Arsyad selaku Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Produksi Pangan, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Subbagian Tata Usaha, para Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten, Ketua Kelompok Substansi (Kelsi), Ketua Tim Kerja (Katimker) dan Liaison Officer (LO) tingkat provinsi, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian se-kabupaten, seluruh Koordinator BPP se-Kabupaten Mamuju, perwakilan PPL, serta tim BBRMP Sulawesi Barat sebagaimana daftar peserta undangan kegiatan.
Dalam arahannya, Prof. Arsyad menyampaikan apresiasi atas capaian target LTT Sulawesi Barat yang telah mencapai 85 % per 22 April 2026. Menurutnya, meskipun potensi luas lahan Sulawesi Barat tidak sebesar daerah lain, provinsi ini tetap menjadi prioritas Kementerian Pertanian dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa Sulawesi Barat mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertanian melalui pendampingan intensif dan penugasan tim khusus guna memastikan percepatan Luas Tambah Tanam, optimalisasi lahan, serta keberhasilan program swasembada pangan.
Prof. Arsyad juga meminta seluruh jajaran penyuluh pertanian agar segera melakukan identifikasi dan verifikasi lapangan terhadap usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), mengingat benih dan dukungan program pemerintah telah tersedia dan siap disalurkan.
Arahan Dr. Sumarni Panikkai menegaskan bahwa meskipun capaian LTT Sulawesi Barat pada bulan ini telah mencapai 85 % namun masih terdapat kekurangan capaian pada bulan-bulan sebelumnya yang harus segera dikejar bersama. Karena itu, seluruh jajaran diminta tidak cepat berpuas diri, tetapi terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja percepatan tanam di seluruh kabupaten.
Ibu Direktur Wilayah juga menyinggung terkait indikator penilaian bagi penyuluh pertanian yang ke depan lebih menitikberatkan pada realisasi target setiap program strategis yang telah dilaksanakan, seperti Luas Tambah Tanam (LTT), Cetak Sawah Rakyat (CSR), Brigade Pangan, percepatan usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), serta intensitas pendampingan di lapangan kepada petani dan kelompok tani. Menurutnya, keberhasilan penyuluh diukur dari kerja nyata, kehadiran aktif di lapangan, capaian program, serta dampak langsung yang dirasakan petani.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa BBRMP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kementerian Pertanian memiliki tanggung jawab besar sebagai motor penggerak pembangunan pertanian di Sulawesi Barat. BBRMP harus hadir di tengah petani melalui pengawalan program strategis nasional, pembinaan dan penilaian penyuluh pertanian, pendampingan kelembagaan petani, percepatan adopsi inovasi dan teknologi, serta memastikan seluruh target kementerian tercapai. Dengan peran tersebut, BBRMP Sulawesi Barat dituntut menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan melalui kerja cepat, kerja nyata, dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui rapat monev ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi, mempercepat gerak bersama, dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. BBRMP Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan seluruh jajaran penyuluh siap mengawal target produksi, memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, Sulawesi Barat diharapkan menjadi salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.(MN)