BBRMP Sulbar Gelar Rapat Percepatan CPCL Kakao Kabupaten Mamuju Bersama Seluruh Penyuluh via Zoom
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menggelar rapat percepatan penyusunan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) bantuan bibit kakao Kabupaten Mamuju bersama seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Mamuju melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Wilayah ( Ka BBRMP Sulawesi Barat) Sumarni Pannikai dan dipandu oleh PJ Swasembada Kabupaten Mamuju (Marwayanti Nas). Rapat ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian CPCL serta menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat di lapangan.
Dalam arahannya, Direktur Wilayah menegaskan bahwa usulan CPCL harus segera diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengusulan CPCL merupakan salah satu indikator penilaian kinerja penyuluh. Selain itu, beliau berharap seluruh penyuluh memahami tugas dan perannya masing-masing serta terampil dalam melaksanakan proses pengusulan CPCL sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.
Sebagai instansi yang memiliki fungsi koordinasi, pendampingan, verifikasi akhir, serta pengawalan program modernisasi pertanian, BBRMP Sulbar terus mendorong seluruh jajaran agar proses pengusulan berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian (Sarpina) menyampaikan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) bantuan kakao tahun 2026, termasuk penjelasan teknis tata cara pengisian format CPCL mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Dalam rapat juga disepakati langkah percepatan, yakni seluruh format tingkat desa harus segera diisi dan dikumpulkan paling lambat tanggal 18 April 2026. Selanjutnya, dokumen tersebut akan diajukan ke tingkat kabupaten untuk diverifikasi, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi, masuk ke BBRMP Sulawesi Barat untuk verifikasi akhir, dan diteruskan ke Direktorat Jenderal teknis di pusat.
Kegiatan rapat ini dinilai sangat penting mengingat penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pemerintah di lapangan yang berhadapan langsung dengan petani. Dengan sinergi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, dan BBRMP Sulbar, diharapkan usulan CPCL kakao Kabupaten Mamuju dapat selesai tepat waktu dan program bantuan segera terealisasi bagi para pekebun.(MN)