Produksi Benih Unggul, BBRMP Sulbar Tanam Jagung Komposit Spesifik Lokasi
POLEWALI MANDAR- Dalam upaya mendukung peningkatan ketersediaan benih unggul serta memperkuat sistem perbenihan nasional berbasis spesifik lokasi, Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan penanaman benih jagung komposit spesifik lokasi di Kelurahan Madatte, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tahun 2026 tentang Produksi Benih Sumber Jagung Spesifik Lokasi (SS), yang bertujuan menghasilkan benih bermutu tinggi, produktif, dan adaptif terhadap kondisi agroekosistem setempat. Penanaman dilakukan pada lahan seluas 0,5 hektare dengan menggunakan varietas Jakarin yang dikenal memiliki potensi hasil baik serta daya adaptasi luas.
Kegiatan penanaman dihadiri langsung oleh Kepala BBRMP Sulawesi Barat bersama perwakilan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), serta jajaran teknis terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem perbenihan daerah guna mendukung peningkatan produksi jagung nasional.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengacu pada standar teknologi sesuai SNI 6233:2025 tentang benih jagung bersari bebas (komposit). Penerapan standar tersebut menjadi langkah strategis dalam menjamin mutu genetik, fisik, dan fisiologis benih yang dihasilkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani akan benih unggul yang produktif serta tahan terhadap kondisi lingkungan setempat.
Kepala BBRMP Sulawesi Barat dalam arahannya menyampaikan bahwa pengembangan benih sumber berbasis spesifik lokasi merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan benih jagung yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga sesuai dengan karakteristik wilayah Sulawesi Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan BPSB memiliki peran penting dalam memastikan proses produksi benih berjalan sesuai kaidah sertifikasi, sehingga benih yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan mutunya secara resmi.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sistem penyediaan benih sumber di daerah, meningkatkan kemandirian benih petani, serta mendukung program swasembada jagung nasional. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga teknis, unsur pengawasan, dan pelaksana lapangan dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(MSH/MN)