BRMP Sulawesi Barat Perkuat Kinerja Melalui Monitoring dan Evaluasi Tengah Tahun 2026
MAMUJU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tengah Tahun Anggaran 2026 di Aula Laboratorium Diseminasi BRMP Sulawesi Barat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai beserta para penanggung jawab (PJ) kegiatan sebagai bagian dari upaya pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja selama semester pertama Tahun Anggaran 2026.
Monitoring dan evaluasi tengah tahun menjadi momentum strategis untuk mengukur capaian pelaksanaan program, mengevaluasi tingkat penyerapan anggaran, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah percepatan guna memastikan seluruh target kinerja organisasi dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun.
Dalam pelaksanaan kegiatan, setiap penanggung jawab memaparkan perkembangan program yang menjadi tanggung jawabnya, baik yang bersumber dari kegiatan teknis maupun Dukungan Manajemen. Paparan mencakup realisasi fisik, realisasi keuangan, capaian indikator kinerja, hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, serta rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada semester kedua Tahun Anggaran 2026.
Evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan penyerapan anggaran, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas pelaksanaan kegiatan, efektivitas pemanfaatan sumber daya, serta dampak program terhadap pengembangan modernisasi pertanian di Sulawesi Barat. Melalui evaluasi yang komprehensif ini, setiap kegiatan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi terbuka yang memberikan ruang bagi setiap unit kerja untuk menyampaikan berbagai tantangan sekaligus solusi dalam pelaksanaan program. Berbagai masukan dan rekomendasi yang dihasilkan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan kegiatan sehingga target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Pannikkai, dalam arahannya menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen manajemen yang sangat penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan hasil yang terukur.
"Monitoring dan evaluasi bukan sekadar melihat sejauh mana anggaran terserap, tetapi memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi pembangunan pertanian. Melalui forum ini kita dapat mengidentifikasi berbagai kendala lebih awal, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah percepatan agar seluruh target kinerja dapat dicapai secara optimal pada akhir Tahun Anggaran 2026," ujar Dr. Sumarni Pannikkai.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pegawai BRMP Sulawesi Barat untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga komitmen dalam melaksanakan setiap program secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kita harus bekerja dengan semangat kolaborasi, berorientasi pada hasil, serta memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu mendukung percepatan modernisasi pertanian. Keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama, sehingga seluruh pegawai memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengawal pencapaian target-target strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan," tambahnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tengah tahun ini, BRMP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat budaya kerja yang adaptif dan berorientasi kinerja, serta memastikan seluruh program prioritas dapat diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian modern di Sulawesi Barat.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, BRMP Sulawesi Barat optimistis seluruh target kinerja Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai sesuai indikator yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan sebagaimana menjadi arah kebijakan Kementerian Pertanian.