BRMP Sulbar Kawal Tanam PM-AAS di Luyo, Perkuat Adopsi Teknologi di Tingkat Petani
Polewali Mandar — Upaya memperluas penerapan pertanian modern di tingkat petani terus dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat. Salah satunya melalui pendampingan penanaman padi dengan sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, (17/09)
Pendampingan dilakukan bersama Koordinator BPP Kecamatan Luyo dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sinergi ini menjadi bagian dari pengawalan penerapan PM-AAS agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat dipahami dan diadopsi oleh petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Di lapangan, tim BRMP Sulbar bersama Koordinator BPP dan PPL melakukan pendampingan langsung pada proses penanaman. Selain memastikan tahapan penerapan PM-AAS berjalan dengan baik, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan petani mengenai kondisi lahan, teknis budidaya, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama penerapan sistem pertanian modern tersebut.
Keterlibatan BPP dan PPL menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pendampingan. Penyuluh yang berada lebih dekat dengan petani diharapkan dapat melanjutkan pengawalan secara rutin, sehingga proses adopsi teknologi dapat berlangsung secara bertahap dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Penerapan PM-AAS sendiri merupakan salah satu pendekatan dalam mendorong budidaya padi yang lebih modern dan efisien melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta penggunaan input sesuai kebutuhan. Penerapan di tingkat petani diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung mengenai manfaat dan praktik teknologi pertanian modern.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulbar terus mendorong terjadinya perluasan dan diseminasi PM-AAS dari lapangan ke petani, dengan membangun kolaborasi bersama penyuluh dan kelembagaan pertanian di daerah.
Pendampingan di Kecamatan Luyo menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung percepatan penerapan PM-AAS di Sulawesi Barat, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target nasional PM-AAS seluas 1 juta hektare.