BRMP Sulbar Sinergikan Cetak Sawah, Oplah, Irigasi, dan Mitigasi Kekeringan
MAMUJU – Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah, Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Pertanian, dan Mitigasi Kekeringan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 di Hotel Grand Maleo Mamuju. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, ini dihadiri Kepala BPLIP Kelas I Makassar Dr. Ir. Rustan Massinai Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat Dr. Sumarni Panikkai, unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Balai Wilayah Sungai Sulawesi Barat, penyuluh pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah seluruh pihak dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada pangan di Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian melalui BPLIP Kelas I Makassar dan BRMP Sulawesi Barat atas komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Sulawesi Barat. Menurutnya, keberhasilan program strategis pertanian memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI/Polri, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Dr. Ir. Rustan Massinai menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat, Optimalisasi Lahan, Irigasi Pertanian, dan Mitigasi Kekeringan sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Berdasarkan hasil Survey, Investigasi, dan Desain (SID) Tahun Anggaran 2025, Provinsi Sulawesi Barat memiliki potensi pengembangan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 868,70 hektare, yang tersebar di Kabupaten Mamasa seluas 647,92 hektare, Kabupaten Mamuju seluas 148,60 hektare, dan Kabupaten Polewali Mandar seluas 72,18 hektare. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan luas baku sawah sebagai upaya mendukung peningkatan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian di wilayah, BBRMP Sulawesi Barat terus memperkuat perannya dalam mengawal implementasi program strategis pertanian melalui koordinasi lintas sektor, pendampingan teknis, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan. Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat, Optimalisasi Lahan, Irigasi Pertanian, dan Mitigasi Kekeringan berjalan sesuai target, memenuhi standar teknis, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani.
Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Panikkai, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh elemen. Menurutnya, BRMP Sulawesi Barat akan terus mengoptimalkan peran penyuluh pertanian dan Penanggung Jawab Swasembada Pangan dalam melakukan pendampingan, monitoring, evaluasi, serta percepatan penyelesaian berbagai kendala di lapangan sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif dan akuntabel.
Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan ini juga menjadi sarana sinkronisasi kebijakan dan penyelesaian berbagai tantangan pelaksanaan program di lapangan. Berbagai materi strategis disampaikan oleh narasumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, serta instansi teknis lainnya, yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi, percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pengamanan pelaksanaan program, pendampingan hukum, hingga langkah-langkah mitigasi kekeringan dalam mendukung keberhasilan program strategis pertanian.
Melalui rapat koordinasi ini, BRMP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak sinergi dan pengawal implementasi program strategis Kementerian Pertanian di wilayah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan, target pengembangan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 868,70 hektare di Kabupaten Mamasa, Mamuju, dan Polewali Mandar diharapkan dapat terealisasi secara optimal, sehingga mampu meningkatkan luas baku sawah, memperkuat produksi padi, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.(MN)