Dorong Pertanian Modern, BBRMP Sulbar Kawal PM-AAS di Polewali Mandar
POLEWALI MANDAR-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus mengawal pelaksanaan program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai langkah percepatan transformasi sektor pertanian di Sulawesi Barat. PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi tinggi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, serta budidaya presisi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian daerah.
Prinsip utama PM-AAS meliputi penerapan tabela dengan sistem tanam rapat dalam barisan, efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi pertanian, intensifikasi budidaya, serta penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai karakteristik lahan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan proses budidaya menjadi lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.
Rencana kegiatan PM-AAS akan dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar dengan cakupan lahan seluas 100 hektare. Sebagai tahap awal, dilakukan pendampingan teknologi intensif pada lahan percontohan seluas 2 hektare di Kelompok Tani Harapan Mulyo, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Tim BBRMP Sulbar bersama para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta melibatkan partisipasi aktif petani dan stakeholder terkait.
Pada tahap awal, kegiatan difokuskan pada pengolahan lahan dan pengaplikasian dolomit serta bahan organik sesuai rekomendasi teknis. Pemberian dolomit bertujuan meningkatkan pH tanah yang tergolong masam agar mendekati kondisi optimum untuk pertanaman padi. Sementara itu, aplikasi bahan organik diarahkan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga kesuburan lahan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melalui penerapan teknologi PM-AAS, produktivitas padi di Kecamatan Wonomulyo ditargetkan meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare. Capaian ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan di Sulawesi Barat.
BBRMP Sulbar optimistis program PM-AAS dapat menjadi model pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain. Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, petani, dan seluruh stakeholder terkait, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.(MR/MN)