Menuju Pertanian Modern: Tim BRMP Sulbar Uji Status Hara Sawah Calon Lokasi PM-AAS di Karossa
MAMUJU TENGAH-Tim Balai Besar Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pengambilan sampel sekaligus pengujian kadar hara tanah sawah secara langsung di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Langkah presisi ini ditempuh sebagai bentuk persiapan teknis guna mendukung penerapan teknologi Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Pengambilan sampel tanah berfokus pada area lahan sawah yang telah diusulkan menjadi calon lokasi penerap teknologi PM-AAS, meliputi Desa Tasokko, Salubiro, Lembah Hopo, dan Lara. Selama kegiatan berlangsung, tim BRMP didampingi oleh Koordinator dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Karossa, serta para petani setempat yang siap mengadopsi teknologi modern tersebut.
Pengujian tingkat kesuburan tanah dilakukan cepat dan akurat di lapangan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Berdasarkan hasil analisis sampel, kondisi hara tanah di wilayah tersebut secara umum menunjukkan Kandungan Nitrogen (N) Kategori rendah, Kandungan Fosfor (P) Kategori sedang, Kandungan Kalium (K) Kategori tinggi, Tingkat Keasaman (pH) Agak masam. Melihat hasil uji hara tersebut, tanah memerlukan perlakuan awal (soil treatment) sebelum masa tanam agar berada pada kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman padi. Rekomendasi utama yang perlu diterapkan oleh para petani adalah pemberian bahan organik dan kapur dolomit.
Pemberian bahan organik berperan penting dalam membenahi struktur tanah, meningkatkan kapasitas daya simpan air, serta menstimulasi aktivitas mikroorganisme baik di dalam tanah. Sementara itu, kapur dolomit berfungsi untuk menetralkan pH tanah yang cenderung masam, menekan racun aluminium, sekaligus menyuplai hara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) agar penyerapan pupuk oleh akar padi menjadi lebih maksimal.
Melalui pengujian awal dan pembenahan kondisi tanah yang tepat, diharapkan penerapan teknologi PM-AAS di Kecamatan Karossa dapat berjalan sukses sehingga mampu mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(MSH)