• Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
  • WA center: 0853-9661-9306
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
56 dilihat       05 Agustus 2026

Mitigasi Kekeringan, BRMP Sulawesi Barat Perkuat Kesiapsiagaan Pertanian di Mamuju Tengah

MAMUJU TENGAH– Dalam upaya mengantisipasi dampak musim kemarau dan menjaga keberlanjutan produksi pangan, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Panikkai bersama tim melaksanakan kegiatan mitigasi kekeringan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kegiatan ini difokuskan pada identifikasi wilayah terdampak kekeringan, inventarisasi kebutuhan sarana pendukung, serta penyusunan langkah percepatan penanganan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Hasil identifikasi lapangan menunjukkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah mulai mengalami dampak kekeringan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Di Desa Salumanurung, sekitar 1 ha dengan 1/4 lahan sawah terdampak kekeringan parah. Lokasi tersebut belum memiliki solusi penyediaan air karena sumber air terdekat berada sekitar 1 kilometer dari lahan, sehingga diperlukan dukungan irigasi perpompaan (Irpom) dan irigasi perpipaan (Irpip) untuk mengalirkan air dari Sungai Barakkang atau Sungai Lumu.

Sementara itu, di Desa Pasapa, telah tersedia dua unit pompa bantuan berukuran 6 inci yang sedang dalam proses pengerjaan. Berdasarkan hasil survei, masih terdapat sekitar 50 hektare lahan yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari sumber air sehingga membutuhkan tambahan sarana Irpom 6 inci beserta jaringan Irpip agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi yang lebih luas terjadi di Desa Tobadak, di mana hampir seluruh areal persawahan seluas sekitar 219 hektare terdampak kekeringan. Sebagian petani telah berinisiatif membuat sumur bor, namun debit air embung sebagai sumber air utama masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, pembangunan jaringan perpipaan dan penambahan pompa air menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan pertanaman. Permasalahan distribusi air juga ditemukan di Desa Kuo, di mana aliran air dari Sungai Tommo tidak lagi mengalir ke areal persawahan akibat pintu air yang ditutup. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena memengaruhi pasokan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Selain itu, Kelompok Tani Suka Muju di Desa Palonga'an juga mengusulkan bantuan Irpom setelah sekitar 8 hektare lahan mengalami gagal panen akibat kekeringan. Di sisi lain, tim kerja Kabupaten Mamuju Tengah terus melakukan inventarisasi lahan yang berpotensi mengalami gagal panen sebagai dasar penentuan prioritas penanganan dan usulan bantuan. Dalam kesempatan yang sama, pembahasan juga mencakup percepatan Survey Investigasi dan Desain (SID) di Desa Polopangale, kebutuhan pembangunan Irpip sepanjang kurang lebih 1 kilometer di Desa Barakkang, serta upaya mengarahkan areal Luas Tambah Tanam (LTT) yang akan memasuki masa panen agar dapat terintegrasi dengan Program PM-AAS.

Melalui kegiatan mitigasi ini, BRMP Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berkomitmen mempercepat penyediaan sarana pendukung irigasi, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko gagal panen, menjaga produktivitas lahan pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan musim kemarau.(KDN)

Prev Next

- BRMP Sulawesi Barat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Sinergi Lintas Instansi Kawal Percepatan Cetak Sawah Rakyat di Mamuju
    05 Agu 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulbar Ikuti Sosialisasi Evaluasi PPID dan Workshop Penyusunan SOP Manajemen Isu Kementan
    05 Agu 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    Kepala BRMP Monitoring Program PM-AAS 100 Ha di Sulawesi Barat, Dorong Peningkatan Produksi Padi
    01 Agu 2026 - By BRMP Sulawesi Barat
  • Thumb
    BRMP Sulbar Fasilitasi Unhas Matangkan SID Optimasi Lahan Non Rawa untuk Tingkatkan IP
    31 Jul 2026 - By BRMP Sulawesi Barat

tags

Mitigasi Kekeringan

Kontak

WA center: 0853-9661-9306
(0426) 2321830
[email protected]

Website:https://sulbar.brmp.pertanian.go.id/

Jl. H.Abd.Malik Pattana Endeng
Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat
Mamuju - Sulawesi Barat
Indonesia
91511

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat. All Right Reserved