Panen Raya Pasa'bu, BBRMP Sulbar Dorong Lompatan Produksi dan LTT
MAMUJU-Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menghadiri kegiatan syukuran panen padi yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani Pikung di Desa Pasabu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan dihadiri oleh Camat Tapalang Barat, Kepala Desa Pasabu, anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) beserta tim, para kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para petani bersama keluarga mereka.
Syukuran panen ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarwarga serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari budaya turun-temurun yang patut untuk dilestarikan.
Desa Pasabu memiliki potensi lahan sawah tadah hujan seluas kurang lebih 14 hektar, dengan rata-rata produksi mencapai 6–7 ton per hektar menggunakan varietas Ciliwung. Namun demikian, pola tanam yang masih dilakukan satu kali dalam setahun menyebabkan hasil produksi sebagian besar masih dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi pribadi petani.
Pada kesempatan tersebut, Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat berkesempatan memberikan sambutan yang diwakili oleh Marwayanti Nas selaku PJ Swasembada Pangan Kabupaten Mamuju. Dalam sambutannya, disampaikan motivasi kepada para petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) guna mendorong peningkatan produksi dan pendapatan. Petani juga diimbau agar tidak terlalu lama membiarkan lahan dalam kondisi bera (tidur), tetapi segera melakukan penanaman kembali sebagai bagian dari upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT).
Selain itu, para petani diajak untuk bertekad dan bergerak bersama dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan melalui percepatan LTT, sehingga ketersediaan pangan dapat terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya tersebut semakin didukung dengan adanya pembangunan infrastruktur irigasi oleh BWS V Kementerian Pekerjaan Umum, berupa 2 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja jaringan irigasi, khususnya pada lahan tadah hujan. Namun demikian, jaringan tersebut saat ini belum beroperasi karena belum tersambungnya sistem perpipaan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat akan mengambil peran sebagai jalur koordinasi dengan BWS V guna mendorong percepatan pemasangan jaringan perpipaan, sehingga irigasi dapat segera difungsikan dan kegiatan pertanaman dapat dilaksanakan secara optimal.
Selain itu, Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat juga melakukan diseminasi inovasi teknologi melalui pengenalan varietas unggul padi Biosalin Agritan yang tahan terhadap kondisi air payau, dengan potensi produksi mencapai hingga 10 ton per hektar. Varietas ini sangat sesuai dikembangkan di wilayah pesisir seperti Desa Pasabu.
Setelah kegiatan syukuran panen, tim Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian dan Kepala Desa Pasabu melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tidak jauh dari lokasi acara. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang telah dibangun.
Peran Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, fasilitator koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas petani melalui penyebarluasan teknologi pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, diharapkan Desa Pasabu dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi padi yang produktif dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Sulawesi Barat.(MN)