Sinergi Lapangan! BBRMP Sulbar, Dinas Perkebunan dan Penyuluh Genjot Finalisasi CPCL Kakao
Mamuju-Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melaksanakan kegiatan monitoring progres usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan bibit kakao di Desa Pasa’bu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.(12/04)
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lapangan antar instansi dalam mendukung pembangunan pertanian, khususnya percepatan pengembangan komoditas kakao melalui program bantuan bibit kakao Kementerian Pertanian.
Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan usulan CPCL berjalan sesuai ketentuan, serta menjamin bahwa bantuan yang akan disalurkan benar-benar tepat sasaran, baik dari sisi petani penerima maupun kesesuaian lahan.
Dalam proses pengusulan CPCL, terdapat beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi, di antaranya kelompok tani harus telah terdaftar dan teregistrasi dalam sistem Simluhtan, serta dilengkapi dengan titik koordinat dan poligon lahan. Persyaratan ini menjadi dasar penting dalam menjamin validitas data dan transparansi program.
Secara umum, progres usulan CPCL di Desa Pasa’bu telah hampir rampung. Namun demikian, masih terdapat beberapa titik koordinat dan poligon lahan yang belum lengkap. Olehnya itu, tim gabungan dari BBRMP, Dinas Perkebunan, dan penyuluh pertanian turun langsung ke lapangan untuk merampungkan data tersebut sekaligus melakukan verifikasi kondisi riil di lapangan.
Melalui kegiatan ini, tim memastikan bahwa lokasi yang diusulkan sesuai dengan kondisi sebenarnya serta memenuhi kriteria teknis pengembangan kakao. Selain itu, verifikasi juga dilakukan untuk memastikan bahwa petani yang diusulkan merupakan petani aktif dan layak menerima bantuan.
Sinergi antara BBRMP, Dinas Perkebunan, dan penyuluh pertanian diharapkan mampu mempercepat proses finalisasi CPCL secara akurat, transparan, dan akuntabel, sehingga program bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Program ini diharapkan dapat memperkuat komoditas kakao sebagai salah satu sektor unggulan perkebunan di Kabupaten Mamuju serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.(MN)