Pendampingan Pemupukan Kedua Dukung Optimalisasi Produksi Benih Padi Sulawesi Barat
POLMAN-Dalam rangka mendukung keberhasilan kegiatan Produksi Benih Padi Spesifik Lokasi Tahun Anggaran 2026, tim teknis BRMP Sulawesi Barat melaksanakan pendampingan pemupukan kedua pada areal pertanaman benih padi varietas Inpari 32 yang ditargetkan menghasilkan benih kelas Sebar (SS). Kegiatan pendampingan dilaksanakan saat tanaman memasuki umur 40–45 Hari Setelah Tanam (HST), yang merupakan salah satu fase penting dalam pertumbuhan vegetatif menuju pembentukan anakan produktif.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pemupukan dilakukan sesuai dengan rekomendasi teknis budidaya benih, baik dari aspek waktu aplikasi, dosis, maupun cara pemberian pupuk. Ketepatan pelaksanaan pemupukan pada fase ini menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal sehingga mampu menghasilkan benih bermutu tinggi sesuai standar yang dipersyaratkan.
Pada umur 40–45 HST, tanaman padi memasuki fase pertumbuhan aktif yang ditandai dengan perkembangan anakan maksimum dan awal pembentukan malai. Oleh karena itu, kebutuhan unsur hara, khususnya nitrogen (N) dan kalium (K), perlu dipenuhi secara tepat agar tanaman memiliki pertumbuhan yang seragam, batang lebih kokoh, serta mendukung pembentukan malai yang optimal. Pemupukan kedua juga berperan dalam mempertahankan warna daun tetap hijau, meningkatkan aktivitas fotosintesis, serta mengurangi potensi penurunan produktivitas akibat kekurangan unsur hara.
Selama kegiatan pendampingan, tim teknis melakukan pengamatan terhadap kondisi pertanaman, meliputi pertumbuhan tanaman, keseragaman populasi, kondisi kesehatan tanaman, keberadaan gulma, serta potensi serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara umum pertanaman varietas Inpari 32 tumbuh dengan baik dan relatif seragam. Kondisi lahan juga masih mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga diharapkan proses pembentukan anakan produktif dapat berlangsung secara optimal.
Selain mendampingi pelaksanaan pemupukan, tim juga memberikan arahan kepada pelaksana lapangan mengenai pentingnya menjaga tinggi muka air di lahan sawah, melakukan pengendalian gulma secara rutin, serta meningkatkan intensitas pengamatan terhadap kemungkinan serangan hama dan penyakit, terutama menjelang fase pembentukan malai. Upaya-upaya tersebut merupakan bagian dari penerapan budidaya benih yang baik guna menjaga mutu genetik, mutu fisik, dan mutu fisiologis benih yang akan dihasilkan.
Kegiatan produksi benih padi spesifik lokasi ini merupakan salah satu upaya BRMP Sulawesi Barat dalam mendukung penyediaan benih padi bermutu dan terstandar bagi petani. Melalui pendampingan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan proses sertifikasi benih, diharapkan target produksi benih kelas Sebar (SS) varietas Inpari 32 dapat tercapai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas padi dan memperkuat ketersediaan benih unggul di Sulawesi Barat.(NK)