Sinergi Lintas Instansi Kawal Percepatan Cetak Sawah Rakyat di Mamuju
MAMUJU – Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai didampingi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan monitoring progres pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Rabu (6/8). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pekerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan memenuhi standar kualitas guna mendukung peningkatan luas baku sawah serta percepatan swasembada pangan nasional. Program Cetak Sawah Rakyat merupakan tindak lanjut dari kegiatan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) Tahun Anggaran 2025, yang memasuki tahap pelaksanaan fisik pada tahun 2026.
Berdasarkan hasil SID, total luasan Program Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 868,70 hektare, yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mamasa seluas 647,92 hektare, Kabupaten Mamuju seluas 148,60 hektare, dan Kabupaten Polewali Mandar seluas 72,18 hektare. Khusus di Kabupaten Mamuju, program dilaksanakan pada dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bonehau seluas 141,08 hektare dan Kecamatan Kalumpang seluas 7,52 hektare. Monitoring kali ini difokuskan pada lokasi pekerjaan di Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, sebagai salah satu titik strategis pelaksanaan program.Kegiatan monitoring turut didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kabupaten Mamuju, PJ Swasembada Pangan Kabupaten Mamuju, Katim Kerja Wilayah I BRMP Sulawesi Barat, Kepala Desa Buttuada, penyuluh pertanian, tim teknis, serta pihak penyedia.
Tim melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan, mulai dari kesiapan lokasi, pembukaan lahan, pembentukan petak sawah, hingga memastikan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen Survey, Investigasi, dan Desain (SID) serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dalam arahannya, Dr. Rustan Massinai menegaskan bahwa keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya diukur dari tercapainya target luasan, tetapi juga dari kualitas lahan sawah yang dihasilkan. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan sesuai standar teknis agar lahan sawah yang dibangun memiliki sistem tata air yang baik, siap diusahakan oleh petani, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian lokasi Program Cetak Sawah Rakyat di Desa Buttuada telah memasuki tahap pekerjaan fisik. Unit alat berat telah diturunkan ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan pencetakan sawah sesuai desain teknis yang telah ditetapkan.
Dalam proses mobilisasi menuju areal pekerjaan, salah satu unit alat berat sempat mengalami kendala karena terbenam akibat kondisi lahan yang cukup lunak. Namun, pihak penyedia bergerak cepat melakukan langkah penanganan dengan mendatangkan unit alat berat pengganti sehingga pelaksanaan pekerjaan tetap dapat berjalan dan percepatan progres di lapangan terus dilakukan sesuai target yang telah ditetapkan. Tim monitoring mengapresiasi respons cepat tersebut sekaligus mengingatkan agar aspek teknis, keselamatan kerja, dan kualitas hasil pekerjaan tetap menjadi prioritas selama proses pelaksanaan berlangsung.
Selain melakukan peninjauan lapangan, tim monitoring juga berdialog dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, tim teknis, dan pihak penyedia untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pekerjaan.Hasil evaluasi di lapangan menjadi bahan perbaikan dalam rangka mempercepat penyelesaian pekerjaan tanpa mengurangi kualitas hasil yang diharapkan.(MN)