Uji pH Tanah Awali Penerapan PM-AAS di Kab. Polewali Mandar
POLEWALI MANDAR-Kegiatan pengambilan sampel tanah dan pengukuran tingkat keasaman (pH) tanah dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal dalam rangka pengumpulan data dasar kondisi lahan sebelum pelaksanaan kegiatan penanaman padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Pengambilan sampel tanah dilakukan secara sistematis pada beberapa titik lahan sawah yang direncanakan sebagai lokasi kegiatan, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, kondisi kimia tanah, serta tingkat keasaman (pH) yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi. Dari hasil pengukuran pH didapatkan bahwa tanah di sawah tersebut masih bersifat masam dengan pH 4.
Kegiatan ini melibatkan pegawai fungsional teknis pertanian Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat bersama petani setempat yang secara langsung mendampingi proses pengambilan sampel dan pengukuran pH tanah. Data yang diperoleh selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pemupukan, pengapuran, serta perlakuan pengelolaan lahan yang tepat sesuai kondisi spesifik lokasi.
Dengan tersedianya data awal yang akurat, diharapkan pelaksanaan kegiatan penanaman padi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produktivitas yang optimal.
Metode PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi modern yang mengintegrasikan penggunaan varietas unggul dan benih bermutu, pengaturan waktu tanam, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara optimal. Metode ini menekankan pada pengelolaan budidaya tanaman padi yang rapat dengan peningkatan populasi hingga 4 kali lipat dari biasanya yang diadopsi dari Arkansas sehingga dikenal juga sebagai padi Arkansas.
Penerapan metode PM-AAS memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas padi. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas melalui peningkatan populasi. Ciri utama dari metode ini adalah barisan padi yang rapat dan tidak ada celah dalam barisnya seperti sistem tegel.(S/HR)