Zero Waste Farming, Strategi Cerdas Ubah Limbah Jadi Pupuk Organik Bernilai Tinggi
MAMUJU-Sebagai bagian dari penguatan kapasitas mahasiswa Magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat (BBRMP Sulawesi Barat) menyelenggarakan sesi pembelajaran bertema “Zero Waste Farming: Strategi Cerdas Mengubah Limbah Menjadi Pupuk Organik Bernilai.” Kegiatan ini diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai pengelolaan limbah pertanian yang terintegrasi sebagai fondasi sistem pertanian berkelanjutan.
Materi disampaikan oleh Nursyamsi Taufik, yang memaparkan bahwa konsep zero waste farming menitikberatkan pada optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia di lingkungan pertanian. Dalam pendekatan ini, tidak ada sisa produksi yang dianggap sebagai limbah akhir, melainkan sebagai bahan baku yang masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Dijelaskan bahwa berbagai residu pertanian seperti sisa panen, jerami, gulma, serta limbah ternak memiliki kandungan unsur hara yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan menjadi pupuk organik. Proses tersebut dapat dilakukan melalui teknik pengomposan maupun pembuatan pupuk organik cair, sehingga menghasilkan nutrisi alami yang berperan dalam memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penerapan sistem ini mampu memberikan manfaat ganda, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah sekaligus menekan ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lahan, petani dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi tanpa mengurangi produktivitas usaha tani.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep pertanian terpadu yang menghubungkan subsektor tanaman dan peternakan dalam satu siklus produksi. Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman, sementara sisa hasil pertanian dapat kembali digunakan sebagai pakan atau bahan kompos. Integrasi ini menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan karena setiap komponen saling mendukung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magang/PKL diharapkan mampu memahami bahwa inovasi pertanian tidak selalu identik dengan teknologi modern berbiaya tinggi, tetapi dapat dimulai dari pengelolaan sumber daya sederhana yang tersedia di sekitar. Penerapan prinsip zero waste farming menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.(HR)