Aplikasi Silika, Inovasi Budidaya untuk Tingkatkan Produktivitas Padi pada Program PM-AAS
Polewali Mandar – Kelompok Tani Harapan Mulyo, Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, melaksanakan kegiatan pengaplikasian silika pada pertanaman padi sebagai bagian dari penerapan teknologi budidaya dalam Program Pengembangan Model Agriculture Activity Site (PM-AAS). Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian setempat guna memastikan penerapan teknologi dilakukan secara tepat dan sesuai rekomendasi.
Pengaplikasian silika dilakukan langsung oleh petani di lahan pertanaman padi sebagai salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas tanaman. Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping memberikan arahan teknis terkait waktu, dosis, serta metode aplikasi silika agar manfaat yang diperoleh dapat optimal.
Silika merupakan salah satu unsur yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman padi. Pemberian silika dapat memperkuat jaringan tanaman, terutama pada batang dan daun, sehingga tanaman menjadi lebih kokoh dan tidak mudah rebah. Selain itu, daun yang lebih tegak memungkinkan penyerapan cahaya matahari berlangsung lebih efektif, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan secara optimal.
Tidak hanya berperan dalam memperkuat struktur tanaman, silika juga diketahui mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), seperti hama dan penyakit, serta membantu tanaman beradaptasi terhadap berbagai cekaman lingkungan. Melalui perbaikan sistem perakaran, tanaman dapat menyerap air dan unsur hara secara lebih efisien sehingga mendukung pertumbuhan yang lebih sehat dan seragam.
Dalam Program PM-AAS, penerapan teknologi aplikasi silika menjadi salah satu inovasi budidaya yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan. Tanaman yang tumbuh lebih kuat dan sehat akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia, sehingga berpotensi menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dan kualitas hasil panen yang lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, Tim BRMP Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian juga melakukan pemantauan kondisi pertanaman sekaligus berdiskusi dengan petani mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi mencakup kondisi pertumbuhan tanaman, pengelolaan hara, pengendalian hama dan penyakit, serta strategi budidaya yang perlu diterapkan pada fase pertumbuhan berikutnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan BRMP Sulawesi Barat dalam mendukung keberhasilan Program PM-AAS. Melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat dan pendampingan yang intensif, diharapkan petani dapat mengadopsi inovasi pertanian secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani.(L/MN)