BRMP Sulawesi Barat Dorong Percepatan Perluasan PM-AAS di Kabupaten Mamasa
MAMASA — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat mendorong percepatan penerapan dan perluasan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Mamasa melalui kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Perluasan PM-AAS dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian bersama Sekretaris Dinas dan para Kabid membahas berbagai Program Strategis Kementerian Pertanian, diantaranya yang terkait dengan Bantuan Pemerintah dan Perluasan PM-AAS. Mengingat Kabupaten Mamasa memiliki 17 kecamatan dan lokasi yang cukup berat, kegiatan dipusatkan pada 2 titik pertemuan, yaitu di Kecamatan Tanduk Kalua dan di Kecamatan Mambi. Sebelum pelaksanaan Rakor dilakukan tanam bersama kegiatan PM-AAS tgl 8 September di desa Osango, kecamatan Mamasa pada lahan seluas 0,5 ha. Selanjutnya rakor dilakukan di Kecamatan Tanduk Kalua, diikuti oleh 83 penyuluh pertanian, sedangkan rakor di Kecamatan Mambi dilaksanakan pada 9 September 2026 dengan peserta sebanyak 65 penyuluh pertanian. Kegiatan dihadiri oleh Kepala BRMP Sulawesi Barat beserta tim, Sekretaris dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Kelompok Substansi Penyuluh CWS dan Katimker Kabupaten, serta para penyuluh pertanian setempat di masing-masing kecamatan.
Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara BRMP Sulawesi Barat, pemerintah daerah, dan penyuluh dalam mempercepat perluasan implementasi pertanian modern di Kabupaten Mamasa. PM-AAS merupakan sistem pertanian yang menekankan penerapan teknologi pertanian modern yang presisi, efisiensi, mekanisasi, korporasi, dan spesifik lokasi.
Dalam pertemuan tersebut dibahas teknis penerapan budidaya padi PM-AAS, meliputi sistem tanam benih langsung rapat dalam baris tanaman, sistem kegowo 6:1, penggunaan alat dan mesin pertanian, pemupukan dengan penambahan dosis, pemberian bahan organik, dan silika, dolomit pada tanah-tanah yang memiliki pH tanah yang masam, serta pengelolaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang.
Selain aspek teknis, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper) sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap implementasi PM-AAS. Pembahasan mencakup proses identifikasi dan pengusulan CPCL, verifikasi dan validasi, hingga penetapan serta penyaluran bantuan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, kepala BRMP Sulawesi Barat berharap penerapan PM-AAS dapat semakin luas di Kabupaten Mamasa dengan dukungan pemerintah daerah dan penyuluh pertanian. Percepatan adopsi dan perluasan penerapan teknologi pertanian modern ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan petani, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.