BBRMP Sulbar dan BRIN Bangun Rencana Kerja Sama Riset Kelembagaan Perbenihan
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus memperkuat jejaring dan sinergi kelembagaan melalui penjajakan kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sulawesi Selatan dalam pengembangan riset kelembagaan perbenihan di Sulawesi Barat.
Diskusi awal kerja sama tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada 5 Mei 2026 sebagai langkah awal dalam membangun sinergi antar lembaga guna mendukung pengembangan sistem perbenihan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung penguatan sistem perbenihan, khususnya dalam menjamin ketersediaan benih unggul bagi petani. Dalam pelaksanaannya, Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BBRMP Sulawesi Barat akan mengambil peran strategis sebagai unit pelaksana yang memiliki tugas dan fungsi di bidang perbenihan dalam mendukung penyediaan benih di Sulawesi Barat.
Rencana kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada aspek produksi benih, tetapi juga mencakup kajian kelembagaan perbenihan, pola distribusi, hingga tingkat pemanfaatan benih oleh petani di lapangan. Melalui riset ini nantinya akan dipetakan jalur distribusi benih untuk mengetahui wilayah penyebaran benih yang telah diproduksi serta sejauh mana penerapannya oleh petani di berbagai sentra pertanian di Sulawesi Barat.
Selain itu, hasil kajian juga diharapkan mampu memberikan gambaran terkait varietas benih yang paling diminati petani serta varietas yang memiliki tingkat produktivitas tinggi sesuai dengan kondisi spesifik wilayah. Data tersebut akan menjadi dasar dalam mendukung pengembangan sistem perbenihan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani.
Tim teknis BBRMP Sulawesi Barat menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan perbenihan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di daerah. Menurutnya, sinergi antara lembaga riset dan institusi pelaksana teknis sangat diperlukan untuk menghasilkan sistem perbenihan yang kuat dan mampu menjawab kebutuhan petani.
“Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada produksi benih, tetapi juga melihat bagaimana sistem kelembagaan, distribusi, hingga penyebarluasan benih dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat langsung bagi petani,” ujarnya.
Melalui sinergi antara BBRMP Sulawesi Barat dan BRIN, diharapkan tercipta sistem perbenihan yang lebih terintegrasi mulai dari riset, produksi, distribusi, hingga adopsi benih oleh petani. Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian benih dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Barat secara berkelanjutan.(MN)