BRMP Sulawesi Barat Perkuat Kompetensi PBT dan Sertifikasi Benih
MAMUJU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat memperkuat kompetensi di bidang perbenihan melalui kegiatan Peningkatan Kapabilitas Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan dalam rangka Mendukung Hilirisasi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, di Ruang Pertemuan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan diikuti oleh PBT dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pelaksanaan sertifikasi benih tanaman perkebunan sesuai standar yang berlaku.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, SE, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas PBT untuk memperkuat kualitas sertifikasi benih di daerah. Menurutnya, kompetensi PBT sangat diperlukan dalam mendukung pengembangan komoditas strategis Sulawesi Barat, khususnya kakao dan kopi, yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah sektor Perkebunan, selanjutya kepala dinas perkebunan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis terkait prosedur sertifikasi benih perkebunan, dengan fokus pada komoditas kakao dan kopi. Peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembibitan kakao dan kopi di Desa Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, untuk meningkatkan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan sertifikasi benih secara tepat, akurat, dan sesuai standar.
BBRMP Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengutus salah seorang staf yang memiliki tanggung jawab dan tugas di bidang perkebunan. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus membangun sinergi antarinstansi dalam mendukung sertifikasi benih perkebunan di Sulawesi Barat.
Peningkatan kapabilitas PBT diharapkan mampu mendukung tersedianya benih perkebunan yang bermutu dan terjamin, sehingga dapat memperkuat produktivitas, daya saing, serta percepatan hilirisasi komoditas kakao dan kopi di Sulawesi Barat.
Kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perkebunan, BRMP Sulawesi Barat, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, dan para pemangku kepentingan menjadi langkah strategis untuk membangun sistem perbenihan yang semakin profesional serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan perkebunan berkelanjutan di Sulawesi Barat.(M)