BRMP Sulawesi Barat Perkuat Produktivitas Padi Gogo di Polman
POLMAN- Tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui kegiatan pendampingan Penerapan Standar Instrumen Pertanian pada komoditas padi gogo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi instrumen yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan pada kesempatan ini dipusatkan di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polman.
Pada sesi pendampingan, fokus utama diarahkan pada pentingnya memahami status hara tanah sebagai dasar pengelolaan pemupukan yang efisien. Tim BRMP Sulbar melakukan pengujian kadar hara menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dengan mengambil sampel langsung dari lahan kelompok tani setempat.
“Penggunaan PUTK bertujuan mengedukasi petani tentang kondisi hara tanah mereka. Dengan mengetahui status hara secara akurat, petani dapat menentukan jenis dan dosis pupuk yang tepat sehingga pemupukan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran,” jelas perwakilan tim BRMP Sulbar, Marthen P. Sirappa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan praktik pembuatan pupuk organik. Tim BRMP Sulbar mengajarkan petani teknik pembuatan kompos dengan memanfaatkan potensi limbah lokal, seperti hijauan dan kotoran ternak kambing. Penggunaan aktivator Promi membantu mempercepat proses dekomposisi, sehingga petani dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas secara mandiri. Upaya ini menjadi solusi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan bahan organik tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Pada sesi akhir, peserta dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengidentifikasi gejala awal serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Materi ini penting agar petani dan penyuluh mampu mendeteksi serangan lebih dini, sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat dan cepat sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih luas dan mengancam hasil panen.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapatkan respons positif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan interaksi selama kegiatan berlangsung, mencerminkan tingginya minat petani dalam mengadopsi teknologi serta praktik budidaya yang lebih modern dan berkelanjutan.