BRMP Sulbar Dorong Pemanfaatan Umbi Gadung sebagai Pangan Lokal Berkelanjutan
MAJENE-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat turut berperan aktif dalam upaya penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal melalui partisipasinya sebagai narasumber pada kegiatan diskusi budaya dan pelestarian pangan lokal bertema “Kundo: Membasuh Racun, Merayakan Hayat” yang diselenggarakan di Gedung Teater Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Pangan Warga Nusantara ini merupakan rangkaian acara yang meliputi pemutaran film dokumenter, diskusi interaktif, serta pameran olahan pangan berbasis umbi gadung (kundo), sebagai upaya memperkenalkan kembali potensi pangan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BRMP Sulawesi Barat menyampaikan materi terkait teknologi pengolahan umbi gadung sebagai pangan lokal alternatif yang memiliki potensi besar dalam mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di daerah. Umbi gadung diketahui memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan dapat menjadi sumber pangan alternatif selain beras, meskipun memerlukan proses pengolahan khusus untuk menghilangkan senyawa racun alami seperti dioskorin dan asam sianida.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa penerapan teknologi pascapanen yang tepat dapat meningkatkan keamanan, mutu, serta nilai tambah produk olahan gadung. Proses pengolahan modern, seperti penggunaan mesin pengiris, sistem perendaman terkendali, hingga pengeringan higienis, mampu mempercepat proses detoksifikasi dan menekan kadar racun hingga di bawah ambang batas aman konsumsi.
Selain itu, BRMP Sulbar juga menekankan pentingnya hilirisasi produk melalui pengembangan berbagai olahan turunan seperti tepung gadung, pati, hingga produk pangan siap konsumsi. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sulawesi Barat.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan pangan lokal berbasis kearifan tradisional dengan sentuhan inovasi teknologi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus melestarikan warisan budaya pangan Nusantara di tengah arus modernisasi.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari strategi nasional menuju kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan.(MN)