BRMP Sulbar Dorong Percepatan Kegiatan Bantuan Bibit Kakao dan Kopi di Mamasa
Mamasa, 7 Oktober 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melalui Tim Pendampingan mengikuti sosialisasi dan koordinasi kegiatan reguler bantuan bibit kakao dan kopi di Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, serta penyuluh dan kelompok tani.
Perwakilan BBPPTP Surabaya menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Mamasa memiliki dua lokus utama pengembangan komoditas perkebunan, yaitu kakao dan kopi. Para penyuluh diimbau segera melakukan input usulan melalui e-Banper, sementara kelompok tani diharapkan bekerja sama dalam melengkapi data yang dibutuhkan penyuluh untuk mempercepat proses administrasi. Disampaikan pula bahwa bantuan pembuatan lubang tanam diberikan dalam bentuk dana HOK sebesar 13 HOK per hektare atau Rp1.300.000 per hektare.
Dalam kesempatan tersebut, BRMP Sulbar juga mendorong percepatan penyusunan CPCL (Calon Penerima Calon Lokasi) agar pelaksanaan kegiatan dapat segera berjalan. Percepatan CPCL perlu dilakukan melalui koordinasi dan sinergi antara penyuluh, kelompok tani, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, serta BBPPTP Surabaya, khususnya dalam pemenuhan data, verifikasi calon penerima, dan validasi lokasi kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pengembangan kopi, terutama terkait geotagging dan lokasi pengembangan yang sebagian besar berada di wilayah hutan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan capaian kegiatan pengembangan kopi belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi untuk mempercepat penyelesaian CPCL, administrasi, serta validasi lokasi. Sinergi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan bibit kakao dan kopi tersalurkan secara tepat sasaran dan mendukung pengembangan komoditas perkebunan di Kabupaten Mamasa.