Percepat Pengembangan Kakao, BRMP Sulawesi Barat Kawal Kesiapan Benih di Polewali Mandar
Polewali Mandar, 9 Oktober 2026– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melaksanakan kunjungan lapang dalam rangka monitoring dan pengawalan komoditas kakao untuk mendukung percepatan pengembangan dan hilirisasi perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan monitoring dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah penangkar/nursery benih kakao yang berada di wilayah Kecamatan Rappang, Mapilli, Tapango, Matakali, dan Luyo. Kunjungan tersebut melibatkan beberapa penyedia, yaitu CV Syahriyandi Ashar Utama, PT Agro Greenesia Plant, CV Mario Mandiri Perkasa, dan CV Arafah Abadi. Tim BRMP Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi aktual produksi dan kesiapan benih kakao di masing-masing lokasi.
Dalam pelaksanaan monitoring, pengambilan data mengacu pada beberapa indikator, meliputi asal benih batang bawah/seeding F1 dan entres, varietas atau klon, umur dan jumlah benih, serta kesesuaian jumlah benih dengan target dalam kontrak. Tim juga melakukan sensus kondisi benih dengan mengidentifikasi benih yang tumbuh baik, belum tumbuh, kerdil, mati, maupun benih yang terserang hama dan penyakit.
Selain kondisi benih, monitoring juga mencakup kondisi nursery, meliputi bedengan, rangka dan paranet, papan informasi, serta aspek pemeliharaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik dan mendukung pertumbuhan benih secara optimal hingga memenuhi persyaratan untuk disalurkan.
Tim juga melakukan penggalian informasi terkait rencana sertifikasi dan penyaluran benih, termasuk kesiapan CPCL, rencana BAST/penyaluran, serta peruntukan benih berdasarkan wilayah tujuan.
Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan produksi, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan bersama penyedia dan pihak terkait.
Melalui kegiatan monitoring dan pengawalan secara berkala, BRMP Sulawesi Barat berkomitmen memastikan ketersediaan benih kakao yang berkualitas, terpelihara dengan baik, memenuhi persyaratan sertifikasi, dan siap disalurkan sesuai kebutuhan pengembangan kawasan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pengembangan komoditas kakao sekaligus memperkuat hilirisasi perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar dan Sulawesi Barat.