BRMP Sulbar Perkuat Koordinasi Penyuluh Bonehau dan Kalumpang, Dorong Percepatan LTT dan PM-AAS
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat terus memperkuat koordinasi dan sinergi penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan di Kabupaten Mamuju. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama penyuluh pertanian BPP Kecamatan Bonehau dan Kalumpang yang dihadiri langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Panikkai, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (KABAG TU), Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Mamuju beserta tim, Tim Teknis BRMP Sulbar, Katimker Penyuluh Pertanian, Liaison Officer (LO) Kabupaten Mamuju, Command Center Wilayah (CWS) Provinsi Sulawesi Barat, serta para penyuluh dari kedua kecamatan.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Barat menegaskan pentingnya pelaksanaan rapat koordinasi secara berjenjang hingga tingkat kecamatan agar kebijakan, arahan, dan target program Kementerian Pertanian dapat tersampaikan secara utuh dan dipahami oleh seluruh penyuluh. Fokus utama pembahasan meliputi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), pelaksanaan program PM-AAS, serta penguatan pendampingan petani.
Kepala Balai menekankan agar kesanggupan target LTT Kabupaten Mamuju segera disusun, terutama dalam menghadapi target bulan November yang membutuhkan komitmen dan dukungan seluruh kecamatan. Selain itu, bantuan pertanian ke depan diarahkan untuk memprioritaskan kelompok tani sasaran PM-AAS. Pengusulan CPCL sektor perkebunan juga dapat dipersiapkan untuk program tahun berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku, dengan pengecualian komoditas kopi.
Pada aspek penguatan sumber daya manusia, Kepala Balai mengingatkan bahwa hak dan kewajiban penyuluh harus berjalan seimbang. Disiplin, profesionalisme, tanggung jawab, penyesuaian wilayah binaan, serta capaian kinerja menjadi perhatian penting. Penyuluh diharapkan mampu meningkatkan kinerja sesuai ekspektasi organisasi dan tidak ragu menyampaikan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
Dukungan operasional bagi penyuluh yang bertugas di wilayah terpencil dan sulit diakses juga menjadi salah satu pembahasan, khususnya rencana fasilitasi kendaraan roda dua dengan mempertimbangkan masa pengabdian, usia, kinerja, serta riwayat penerimaan fasilitas sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat menunjang mobilitas dan efektivitas penyuluh dalam melaksanakan pendampingan di wilayah binaan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah penyuluh menyampaikan kondisi dan tantangan di lapangan. Yus mengungkapkan kendala teknis pengusulan CPCL kakao di wilayah Bimiki dan Mappu serta keterbatasan jaringan irigasi pada lokasi usulan PM-AAS. Abduh menyampaikan kondisi pendampingan program pangan, perkebunan, dan pupuk bersubsidi di wilayah binaannya. Sementara itu, Fahri menyampaikan hal teknis terkait Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk mendukung pelaksanaan PM-AAS.
Berdasarkan kondisi wilayah kerja, Kecamatan Bonehau memiliki sembilan desa dengan lima orang penyuluh, sedangkan Kecamatan Kalumpang memiliki 13 desa dengan delapan orang penyuluh. Luasnya wilayah binaan dan kondisi geografis yang cukup menantang, terutama pada daerah terpencil dan sulit dijangkau, membutuhkan penguatan koordinasi serta dukungan operasional yang memadai.
Sebagai tindak lanjut, Rakor juga menekankan pentingnya sosialisasi program secara berkelanjutan dan penguatan komunikasi melalui rencana pembentukan grup koordinasi bersama Kementerian Pertanian. Dengan adanya wadah komunikasi tersebut, informasi kebijakan, perkembangan program, serta berbagai permasalahan di lapangan diharapkan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat berharap koordinasi antara jajaran balai, PJ Swasembada Pangan Kabupaten Mamuju, tim teknis, LO, CWS, dan seluruh penyuluh semakin solid. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani, mempercepat realisasi LTT, mengoptimalkan pelaksanaan PM-AAS, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat.(MN)