Dari Audiensi ke Aksi Nyata, BRMP Sulbar Kebut Persiapan Rakor Pendayagunaan Penyuluh Pertanian
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bergerak cepat menindaklanjuti hasil audiensi dengan Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka, dengan menggelar rapat percepatan persiapan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Barat.
Rapat dilaksanakan sesaat setelah jajaran BRMP Sulawesi Barat menyelesaikan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Barat sebagai bentuk komitmen dalam memastikan seluruh hasil koordinasi segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah persiapan yang terencana dan terukur.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Panikkai, serta dihadiri oleh jajaran pejabat, seluruh panitia pelaksana, dan Command Center Wilayah (CWS) Penyuluh Pertanian Sulawesi Barat yang turut menjadi bagian dari kepanitiaan kegiatan.
Mengawali rapat, Kepala BRMP Sulawesi Barat menyampaikan hasil audiensi bersama Gubernur Sulawesi Barat, khususnya terkait rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Barat. Dalam audiensi tersebut, Gubernur Sulawesi Barat menyambut baik pelaksanaan kegiatan dan mengarahkan agar kegiatan dijadwalkan pada 13 Juli 2026, dengan mempertimbangkan agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya. Pada tanggal tersebut, Gubernur menyatakan kesediaannya untuk menghadiri sekaligus membuka kegiatan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala BRMP Sulawesi Barat memberikan penjelasan secara rinci mengenai konsep pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas kepanitiaan, jadwal persiapan, serta berbagai kebutuhan teknis yang harus segera dipenuhi. Seluruh panitia diminta bekerja secara cepat, terkoordinasi, dan profesional agar setiap tahapan persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.
Dalam rapat tersebut dilakukan pembagian tugas kepada masing-masing tim sesuai bidang tanggung jawabnya. Setiap tim ditugaskan untuk melakukan survei lapangan terhadap berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan, meliputi lokasi gedung yang akan digunakan, penginapan bagi tamu dan peserta, penyediaan konsumsi, perlengkapan kegiatan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Usai rapat, masing-masing tim langsung bergerak melaksanakan survei ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam menetapkan lokasi terbaik dan memastikan seluruh kebutuhan kegiatan telah siap sebelum pelaksanaan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Barat pada 13 Juli 2026.
Kepala BRMP Sulawesi Barat menegaskan bahwa rapat percepatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh panitia, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta memastikan seluruh aspek teknis maupun administratif dipersiapkan secara optimal sehingga kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses sesuai harapan.
Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Barat nantinya akan menjadi forum strategis yang mempertemukan penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat sinergi pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Pertanian di Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut juga direncanakan akan dihadiri oleh pimpinan Kementerian Pertanian bersama jajaran terkait.
Melalui gerak cepat yang dilakukan setelah audiensi dengan Gubernur Sulawesi Barat, BRMP Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal. Sinergi seluruh panitia diharapkan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Barat sebagai upaya memperkuat peran penyuluh dalam mendukung modernisasi pertanian dan percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Sulawesi Barat.(MN)