Kepala BRMP Monitoring Program PM-AAS 100 Ha di Sulawesi Barat, Dorong Peningkatan Produksi Padi
POLEWALI MANDAR– Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, melaksanakan monitoring dalam rangka meninjau langsung pertanaman program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Monitoring ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam memastikan implementasi program strategis nasional berjalan optimal di lapangan, khususnya dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui pendekatan pertanian modern berbasis teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BRMP didampingi oleh Dirwil Sulawesi Barat, Kepala BRMP Padi serta Dirwil Sulawesi Selatan. Turut hadir pula jajaran teknis, penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani setempat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program PM-AAS.
Rangkaian monitoring diawali dengan peninjauan kondisi pertanaman padi di lokasi kegiatan. Kepala BRMP beserta rombongan melihat langsung perkembangan tanaman. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula pengecekan penerapan komponen teknologi PM-AAS, termasuk pola tanam, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Selain peninjauan lapangan, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif bersama petani dan penyuluh. Dalam sesi tersebut, para petani menyampaikan berbagai pengalaman, tantangan, serta kebutuhan selama pelaksanaan program, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga pengelolaan air dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Usai melakukan peninjauan lapangan, Kepala BRMP menyampaikan apresiasi atas kinerja BRMP Sulawesi Barat yang dinilai aktif dan konsisten dalam melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program PM-AAS seluas 100 hektare di wilayah tersebut. Pendampingan yang intensif oleh jajaran BRMP Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberhasilan implementasi program di tingkat petani.
“Pendampingan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar hasil yang dicapai bisa maksimal,” ungkap Kepala BRMP.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program PM-AAS sangat ditentukan oleh kedisiplinan dalam penerapan teknologi serta sinergi antara petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Dirwil Sulawesi Barat, Dr. Sumarni Panikkai, S.P, M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kunjungan Kepala BRMP ke wilayahnya. Ia menilai kehadiran langsung pimpinan memberikan motivasi tambahan bagi jajaran di daerah, khususnya dalam memperkuat pelaksanaan program PM-AAS.
“Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi kami di daerah untuk terus mengawal dan memastikan program PM-AAS berjalan optimal. Kami siap memperkuat koordinasi dan pendampingan di lapangan agar target 100 hektare dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.
Program PM-AAS sendiri merupakan salah satu inovasi Kementerian Pertanian dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan berbagai komponen teknologi, mulai dari penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, hingga manajemen usaha tani berbasis data.
Di wilayah Kecamatan Wonomulyo, program PM-AAS menjadi salah satu fokus pengembangan untuk mendukung peningkatan produksi padi di Sulawesi Barat. Dengan potensi lahan yang luas dan dukungan sumber daya manusia yang memadai, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu sentra produksi padi berbasis pertanian modern.
Monitoring ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program PM-AAS.
Dengan pelaksanaan yang optimal, program PM-AAS diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas padi, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan petani. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.