Kolaborasi BBRMP Sulawesi Barat–YKI Dorong Edukasi Kanker Berbasis Pertanian
MAMUJU – Pertanian memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai sumber tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kanker dan tumor melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman herbal, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menggelar sosialisasi kesehatan di Aula Diseminasi.(11/02)
Agenda ini secara khusus menyasar anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta seluruh pegawai BBRMP Sulawesi Barat. Edukasi ini dipandang krusial sebagai upaya membekali lingkungan internal instansi dengan pengetahuan mengenai deteksi dini, mengingat tren kasus kanker saat ini memerlukan kewaspadaan tinggi.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemaparan teori, namun berharap dapat menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga melalui beberapa poin utama, di antaranya memahami perbedaan mendasar antara kanker dan tumor, mengenali gejala awal agar penanganan medis tidak terlambat dilakukan, serta menumbuhkan kesadaran pola hidup sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Dalam arahannya, ditekankan bahwa kesadaran dini merupakan faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa. Partisipasi aktif dari ibu-ibu DWP dan pegawai diharapkan mampu menjadikan mereka sebagai “penyambung lidah” informasi kesehatan, mulai dari unit terkecil yaitu keluarga hingga ke masyarakat luas.
“Kesadaran dini adalah kunci keselamatan. Kami berharap informasi ini dapat terdiseminasi hingga ke tingkat keluarga, sehingga angka kasus kanker di Sulawesi Barat dapat ditekan secara signifikan,” ujar Indri Okta.
Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan pemanfaatan tanaman obat sebagai bagian dari pendekatan preventif berbasis pertanian. Salah satu tanaman yang dikenalkan adalah temu putih, yang dikenal sebagai tanaman herbal yang berpotensi mendukung upaya pencegahan dan pengobatan pendamping bagi penderita tumor dan kanker.
Sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan, Yayasan Kanker Indonesia akan memberikan bibit tanaman temu putih kepada BBRMP Sulawesi Barat untuk dikembangkan sebagai koleksi tanaman obat di area Taman Agromodern. Keberadaan tanaman obat ini diharapkan dapat menjadi media edukasi masyarakat tentang hubungan antara pertanian, kesehatan, dan pemanfaatan sumber daya hayati lokal.
Menutup kegiatan tersebut, pihak YKI mengajak seluruh peserta untuk mempererat kolabordasi dalam meningkatkan kewaspadaan kolektif demi mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih sehat dan tangguh dari ancaman kanker.(MN/SYH)