Monitoring Irigasi di Majene, BRMP Sulbar Perkuat Sinergi dengan Direktorat Irigasi Pertanian
MAJENE – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat menerima kunjungan Tim Direktorat Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PJIT) di Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan infrastruktur irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim sekaligus Kepala Kelompok Substansi (Kapoksi) Kelembagaan P3A Direktorat Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Barat memperoleh alokasi bantuan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier yang akan dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan fungsi jaringan irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara optimal.
Sebagai tindak lanjut hasil koordinasi, Kepala BRMP Sulawesi Barat, Dr. Sumarni, turut hadir membersamai kunjungan lapangan yang didampingi oleh Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian beserta tim BRMP Sulawesi Barat, bersama Tim Direktorat Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Tim Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Majene, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Malunda.
Kunjungan lapangan tersebut dilaksanakan di lokasi kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (PJIT) di Kabupaten Majene dengan tujuan melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan Tahap I sekaligus memastikan kesiapan lokasi yang akan menjadi sasaran bantuan Tahap II. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani.
Berdasarkan hasil peninjauan di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, tim menemukan bahwa ketersediaan air pada jaringan irigasi sekunder maupun tersier masih belum mencukupi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kerusakan pada Bendung Kayu Angin, yang mengakibatkan pasokan air menuju jaringan irigasi belum dapat mengalir secara optimal ke lahan pertanian.
Temuan tersebut menjadi perhatian bersama sebagai bahan koordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis terkait agar penanganan Bendung Kayu Angin dapat segera dilakukan. Perbaikan bendung diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan irigasi secara optimal sehingga mendukung peningkatan indeks pertanaman, percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), serta peningkatan produksi pangan di Provinsi Sulawesi Barat.
Melalui sinergi antara Direktorat Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, BRMP Sulawesi Barat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan para petani, diharapkan program Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.(S/MN)