Perkuat Ketahanan Pangan, Sosialisasi SID Optimasi Lahan Non Rawa TA 2026 Digelar di Polewali Mandar
POLEWALI MANDAR-Kegiatan Sosialisasi Survey, Investigasi, dan Desain (SID) Optimasi Lahan Non Rawa Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Kantor Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (13/5).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim SID Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin sebagai pelaksana teknis kegiatan SID Optimasi Lahan Non Rawa Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian, Direktur Wilayah Sulawesi Barat yang diwakili oleh Marthen P. Sirappa, PJ dan Tim Swasembada Pangan Kabupaten Polewali Mandar, jajaran Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, penyuluh pertanian, serta pihak terkait lainnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut disampaikan pentingnya optimalisasi lahan non rawa sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Sulawesi Barat. Program optimasi lahan non rawa juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam produktif, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Selain itu, peserta sosialisasi mendapatkan pemahaman teknis terkait tahapan pelaksanaan SID, mulai dari penentuan kriteria lokasi, pelaksanaan survei lapangan, investigasi data dan kondisi lahan, hingga penyusunan desain teknis yang nantinya menjadi dasar pelaksanaan kegiatan optimasi lahan di lapangan.
Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Polewali Mandar memperoleh target kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa seluas 1.400 hektare. Hingga saat ini, data CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) yang telah terekap mencapai 1.218,08 hektare yang tersebar di 21 desa pada 8 kecamatan dan melibatkan sebanyak 43 kelompok tani.
Perwakilan Tim Swasembada Pangan Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan bahwa percepatan penyusunan data CPCL dan pelaksanaan SID menjadi langkah penting agar program optimasi lahan dapat segera direalisasikan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di daerah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tim pelaksana SID, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program optimasi lahan non rawa.
Dengan tersusunnya dokumen SID yang berkualitas dan sesuai kondisi lapangan, program optimasi lahan non rawa di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan mampu menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Barat.(HR/MN)