Perkuat Swasembada Pangan, Penyuluh Sulbar Dibekali Analisis Usahatani
MAMUJU – Upaya memperkuat kapasitas penyuluh pertanian sebagai garda terdepan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan terus dilakukan melalui Kegiatan Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Barat. Salah satu materi strategis yang diberikan kepada para penyuluh adalah "Analisis Usahatani sebagai Dasar Perencanaan dan Pengambilan Keputusan Usahatani Berkelanjutan" yang disampaikan oleh Dr. Mufidah Muis, S.P., M.Si., Wakil Direktur II Bidang Umum dan Teknologi Informasi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Dr. Mufidah merupakan akademisi keahlian di bidang Sosial Ekonomi Pertanian serta aktif mengembangkan pendidikan penyuluhan pertanian berkelanjutan.
Materi tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi penyuluh pertanian dalam menjalankan tugas pendampingan kepada petani. Dr. Mufidah menegaskan bahwa penyuluh saat ini tidak lagi cukup menguasai aspek teknis budidaya semata, tetapi juga harus mampu membantu petani menyusun perencanaan usaha tani yang efisien, menghitung biaya produksi, menganalisis keuntungan, meminimalkan risiko usaha, hingga memberikan rekomendasi pengambilan keputusan berdasarkan kondisi ekonomi usahatani.
Menurutnya, analisis usahatani merupakan fondasi dalam menentukan pilihan komoditas, penggunaan sarana produksi secara tepat, efisiensi biaya, serta strategi peningkatan pendapatan petani. Dengan kemampuan tersebut, penyuluh dapat memberikan pendampingan yang lebih komprehensif sehingga setiap keputusan petani didasarkan pada data, perhitungan ekonomi, dan peluang pasar.
"Seorang penyuluh harus mampu menjadi konsultan bagi petani. Tidak hanya mengajarkan cara menanam yang benar, tetapi juga mampu menghitung apakah usaha tani tersebut menguntungkan, bagaimana menekan biaya produksi, meningkatkan nilai tambah, hingga menentukan strategi pemasaran hasil panen," jelasnya.
Melalui kegiatan pendayagunaan penyuluh pertanian ini, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat memperkuat kompetensi penyuluh sebagai amunisi di lapangan dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Bekal yang diberikan tidak hanya berupa penguasaan teknologi budidaya modern, tetapi juga kemampuan analisis ekonomi, manajemen usaha tani, serta pengembangan pemasaran hasil pertanian.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme penyuluh dalam mendampingi petani dari hulu hingga hilir, mulai dari perencanaan usaha, pelaksanaan budidaya, pengelolaan biaya produksi, analisis kelayakan usaha, pascapanen, hingga akses pemasaran. Dengan demikian, penyuluh hadir sebagai mitra strategis petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern dan mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Pendayagunaan penyuluh pertanian di Sulawesi Barat diharapkan menghasilkan penyuluh yang adaptif, inovatif, dan memiliki kemampuan manajerial sehingga mampu mengawal setiap program pemerintah secara efektif di tingkat lapangan.(MN)