Petani Luyo Antusias Pelajari PM-AAS, Siap Terapkan pada Musim Tanam Mendatang
POLEWALI MANDAR – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat terus mendorong percepatan penerapan inovasi pertanian modern di tingkat petani. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan studi tiru yang diikuti penyuluh dan petani dari Kecamatan Luyo di lokasi demplot Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Senin (20/7).
Rombongan yang dipimpin oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Luyo disambut oleh Tim BRMP Sulawesi Barat bersama Koordinator BPP Wonomulyo. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani untuk melihat penerapan teknologi budidaya padi modern yang dikembangkan melalui PM-AAS.
Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke areal pertanaman PM-AAS. Pada kesempatan tersebut, para peserta mengamati secara langsung pertumbuhan tanaman padi sekaligus membandingkan penerapan teknologi budidaya modern dengan pola tanam yang selama ini mereka lakukan. Pengamatan langsung di lapangan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan petani terhadap efektivitas inovasi yang diterapkan.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi dan edukasi yang difasilitasi oleh Tim BRMP Sulawesi Barat. Materi yang disampaikan mencakup seluruh tahapan budidaya PM-AAS, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan alat tanam, pemilihan varietas unggul, pemupukan yang tepat, hingga teknik panen. Dalam pemaparan tersebut juga dijelaskan bahwa penerapan PM-AAS berpotensi menghasilkan produktivitas padi hingga sekitar 10 ton per hektare, apabila diterapkan sesuai rekomendasi teknis.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman sekaligus mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan teknologi baru, termasuk tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan. Tim Koordinator BPP bersama BRMP Sulawesi Barat memberikan penjelasan dan pendampingan sehingga berbagai keraguan peserta terhadap penerapan PM-AAS dapat terjawab secara komprehensif.
Setelah memperoleh penjelasan teknis dan melihat langsung perkembangan pertanaman PM-AAS, para peserta menyampaikan ketertarikannya untuk mengadopsi teknologi tersebut pada musim tanam berikutnya. Antusiasme ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan petani terhadap inovasi pertanian modern yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan usaha tani.
Melalui kegiatan studi tiru ini, BRMP Sulawesi Barat kembali menegaskan perannya sebagai penghubung inovasi pertanian dengan masyarakat. Pendekatan pembelajaran langsung di lapangan diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi modern oleh petani, meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya, serta mendorong peningkatan pendapatan petani. Pada akhirnya, penerapan teknologi PM-AAS diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Sulawesi Barat.(AA)