Sinergi Hadapi kekeringan, BRMP Sulbar dan DPRD Polewali Mandar identifikasi Solusi di Kec. Luyo
POLEWALI MANDAR— Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Fahry Fadli, SE, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, Herwin Kodak, ST, serta pemerintah Desa turun langsung ke lokasi pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Batupanga’ Daala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,
Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan dan pertanaman sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap petani.
Berdasarkan hasil identifikasi, sekitar 32,8 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut terdampak kekeringan.
Tidak hanya melakukan identifikasi kondisi lahan, tim juga berdiskusi langsung dengan petani untuk menggali permasalahan yang dihadapi serta mendengarkan kebutuhan dan usulan solusi dari tingkat lapangan. Dialog dengan petani menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan, sehingga intervensi yang dilakukan nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Dalam diskusi tersebut, salah satu alternatif solusi yang diidentifikasi adalah pemanfaatan sumber air dari Sungai Maloso yang berada di sekitar wilayah terdampak. Sumber air tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian, khususnya pada lahan yang masih memungkinkan untuk mendapatkan suplai air.
Untuk mendukung pemanfaatan sumber air tersebut, dilakukan pula identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk kebutuhan pompa dan sarana distribusi air menuju lahan pertanian. Identifikasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa solusi yang dirancang dapat diterapkan secara efektif dan mampu menjangkau lahan yang mengalami kekurangan air.
Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar bersama BRMP Sulawesi Barat, Dinas dan pemerintah desa juga menekankan pentingnya penanganan kekeringan secara bersama-sama. Kondisi di lapangan membutuhkan langkah cepat dan terukur, dengan mengoptimalkan sumber daya yang masih tersedia serta melibatkan petani sebagai bagian dari proses penentuan solusi.
BRMP Sulawesi Barat akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan pihak terkait dalam menindaklanjuti hasil identifikasi tersebut. Upaya pemanfaatan Sungai Maloso diharapkan dapat menjadi salah satu langkah mitigasi untuk membantu mempertahankan pertanaman dan mengurangi risiko kehilangan produksi akibat kekeringan.
Melalui sinergi antara pemerintah, legislatif, pemerintah desa, petani, dan BRMP Sulawesi Barat, penanganan kekeringan diharapkan tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi keberlangsungan usaha tani masyarakat.(NK)