Atasi Serangan Ulat Grayak; Tim BRMP Sulawesi Barat Lakukan Pengendalian
MAMUJU-Berlokasi di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, pertanaman padi terkena serangan hama ulat grayak/ulat tentara menyebabkan daun terlubang dan terkoyak, serta memakan malai hingga kering.
Hama ulat grayak dapat menyerang tanaman pada semua stadium pertumbuhan dan potensinya menyebabkan penurunan hasil panen jika tidak dikendalikan dengan baik.
Pengendaliannya dapat dilakukan meliputi pencegahan seperti penanaman serentak dan pergiliran tanaman, serta tindakan kuratif seperti pengumpulan ulat secara manual, pemanfaatan musuh alami (tawon penyengat), penggunaan insektisida kimia dan biologis, serta penggenangan untuk menenggelamkan larva dan kepompong.
Tim BRMP melakukan pengendalian secara kimiawi sebagai pilihan terakhir karena metode pengendalian non-kimiawi (secara mekanis) tidak efektif dan populasi ulat terus meningkat hingga melampaui batas toleransi yang dapat ditangani secara alami.
Waktu aplikasi dilakukan pada sore hari sebagai waktu yang optimal dalam melakukan pengendalian karena suhu cenderung menurun dan sinar matahari tidak terlalu terik, sehingga pestisida tidak mudah terdegradasi dan daun tetap lembab lebih lama untuk penyerapan bahan aktif yang lebih efektif.