BBRMP Lakukan Koordinasi Percepatan CPCL di Kabupaten Mamuju
MAMUJU – Dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan program pengembangan kawasan hortikultura tahun anggaran 2026, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) melaksanakan kegiatan koordinasi percepatan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Mamuju.
Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah percepatan pengusulan CPCL, khususnya dalam mendukung program pengembangan kawasan durian yang menjadi salah satu fokus Direktorat Jenderal Hortikultura. Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara teknis mekanisme penyusunan usulan CPCL agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk kelengkapan administrasi dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
Sebagaimana tertuang dalam dokumen permintaan usulan CPCL kawasan durian Tahun Anggaran 2026, setiap usulan dari dinas kabupaten/kota wajib melalui proses verifikasi oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian serta dilengkapi dokumen pendukung seperti surat pengantar, data CPCL berbasis geospasial, Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dan surat pernyataan kesanggupan pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, dalam koordinasi juga ditekankan pentingnya pemenuhan kriteria lokasi, baik untuk kegiatan ekstensifikasi maupun intensifikasi. Lokasi yang diusulkan harus memenuhi aspek luasan minimal, keterpaduan hamparan, keseragaman varietas (khususnya varietas premium), serta kesesuaian agroklimat untuk tanaman durian . Kabupaten Mamuju sendiri menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi pengembangan kawasan durian seluas 75 hektare, sehingga percepatan CPCL menjadi langkah krusial agar program dapat segera direalisasikan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan proses pengusulan CPCL dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Sinergi antara BBRMP dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan implementasi program serta peningkatan produksi hortikultura, khususnya komoditas durian di wilayah Sulawesi Barat.(AD)