Fumigasi Benih Padi untuk Menjaga Mutu dan Bebas Hama Gudang
MAMUJU-Dalam rangka menjaga mutu serta menjamin kesehatan benih padi dari serangan hama gudang, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat melalui Tim Perbenihan telah melaksanakan fumigasi sebanyak 26 ton calon benih padi varietas Inpari 42 Agritan.
Fumigasi adalah salah satu langkah penting dalam rantai pengelolaan benih untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sebelum sampai ke tangan petani.
Fumigasi merupakan metode pengendalian hama gudang dengan cara pengasapan menggunakan pestisida berbentuk gas, yang disebut fumigan. Pada kegiatan ini, digunakan Aluminium Phosphide 56 TB sebagai bahan aktif utama yang efektif dalam membasmi hama penyimpanan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas benih agar tetap sehat, aman, dan siap tanam. Proses fumigasi dilakukan secara cermat melalui dua tahapan utama:Tahap 1 Persiapan (Area penyimpanan ditutup rapat menggunakan plastik atau terpal tebal agar benar-benar kedap udara, sehingga gas fumigan bekerja secara maksimal, Kadar air (KA) benih dipastikan tidak melebihi 17% untuk menghindari risiko kerusakan selama proses fumigasi, Tumpukan karung dijaga tetap dalam kondisi kering dan tidak lembap.), Tahap 2 (Pelaksanaan Fumigan diletakkan di sela-sela tumpukan karung serta di bagian dasar (palet) dengan jarak sekitar 1 meter antar titik aplikasi,Setiap titik diberikan 4–5 tablet fumigan, yang ditempatkan dalam wadah khusus untuk mencegah tercecernya abu sisa tablet.Tablet akan melepaskan gas fosfin dalam waktu 2–3 hari, tergantung pada kadar air benih dan kelembapan udara)
Melalui kegiatan fumigasi ini, sebanyak 26 ton calon benih padi akan menjalani proses pengasapan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi serangan hama gudang. BRMP Sulawesi Barat terus berkomitmen memainkan peran strategis dalam penyediaan benih bermutu, mulai dari pengawasan mutu, sertifikasi, hingga pengendalian organisme pengganggu penyimpanan. Upaya ini sejalan dengan misi mendukung peningkatan produksi pertanian melalui ketersediaan benih unggul yang sehat, bersih, dan bebas dari hama.