Pacu Efisiensi Panen, Program PM AAS Salurkan Drone dan Alsintan di Desa Bumiayu
POLEWALI MANDAR — Pemerintah terus mendorong penerapan modernisasi pertanian melalui Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS). Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian berupa drone pertanian dan combine harvester kepada kelompok tani di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kelompok tani penerima bantuan merupakan kelompok tani yang menerapkan PM AAS melalui kegiatan piloting project seluas 100 hektare di Desa Bumiayu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian secara terpadu untuk mendukung peningkatan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
Penyerahan bantuan drone dan combine harvester merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kegiatan usaha tani sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan pertanian yang lebih modern dan produktif.
Drone pertanian dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya, khususnya dalam aplikasi sarana produksi, sedangkan combine harvester mendukung kegiatan pemanenan dengan mekanisasi yang lebih efisien. Pemanfaatan kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari penerapan mekanisasi dalam rangka memperkuat sistem pertanian modern di lokasi PM AAS.
Penerapan PM AAS di Desa Bumiayu tidak hanya berfokus pada penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga diarahkan pada penerapan inovasi teknologi dalam keseluruhan proses budidaya. Pendekatan tersebut mencakup penggunaan varietas unggul, pengelolaan tanah dan pemupukan, pengaturan populasi tanaman, serta pemanfaatan mekanisasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Bantuan yang diberikan pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani dalam mendukung keberlanjutan kegiatan piloting project 100 hektare. Pengelolaan dan pemanfaatan alsintan secara tepat juga menjadi bagian penting agar bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh petani.
Melalui penerapan PM AAS di Desa Bumiayu, pemerintah mendorong terbentuknya model pertanian yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi. Piloting project 100 hektare ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan modernisasi pertanian yang dapat dikembangkan dan direplikasi pada wilayah lainnya.
Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam memastikan penerapan teknologi pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.(AD)