Tembus 12,5 Ton per Hektare, Program PM-AAS di Sulbar Siap Diperluas hingga 6.530 Hektare
POLEWALI MANDAR – Penerapan pertanian modern melalui PM-AAS di Sulawesi Barat mencatat produktivitas hingga 12,5 ton per hektare. Capaian ini menjadi salah satu dasar untuk mendorong perluasan penerapan PM-AAS hingga 6.530 hektare di Sulawesi Barat.
Hal tersebut disampaikan dalam Panen Raya PM-AAS di Kabupaten Polewali Mandar, Senin (24/8/2026). Kegiatan dihadiri Kepala BRMP Sulawesi Barat, perwakilan Gubernur Sulawesi Barat, perwakilan Bupati Polewali Mandar, Komisi IV DPR RI, Pupuk Indonesia, Kodim 1402/Polman, Polres Polewali Mandar, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan lainnya.
Capaian 12,5 ton/ha menunjukkan potensi penerapan teknologi dan mekanisasi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi pijakan untuk memperluas manfaat pertanian modern kepada lebih banyak petani.
Perwakilan Komisi IV DPR RI mengapresiasi capaian tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan program.
“Capaian 12,5 ton per hektare harus menjadi semangat untuk memperluas pertanian modern. Modernisasi bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga efisiensi, menekan biaya usaha tani, dan meningkatkan kesejahteraan petani.”
Kepala BRMP Sulawesi Barat menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi landasan penting bagi perluasan PM-AAS.
“Capaian 12,5 ton per hektare menunjukkan potensi pertanian modern yang sangat baik. Ini menjadi salah satu landasan untuk mendorong perluasan PM-AAS hingga 6.530 hektare. BRMP Sulawesi Barat terus mendukung penerapan teknologi dan pendampingan agar hasil positif ini dapat direplikasi lebih luas.”
Mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap perluasan PM-AAS.
“Sulawesi Barat memiliki potensi pertanian yang besar. Perluasan PM-AAS diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional.”
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar menilai capaian tersebut menjadi motivasi bagi petani dan pemerintah daerah.
“Dengan teknologi, mekanisasi, sarana produksi, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap pertanian Polewali Mandar semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.”
Dukungan Pupuk Indonesia, Kodim 1402/Polman, dan Polres Polewali Mandar turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal program strategis pemerintah di bidang pangan.
Ke depan, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai keberhasilan satu kawasan, tetapi dapat menjadi model penerapan pertanian modern yang direplikasi pada kawasan lain di Sulawesi Barat. Dengan perluasan yang didukung teknologi, mekanisasi, sarana produksi, dan pendampingan berkelanjutan, peningkatan produktivitas diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi dan kesejahteraan petani.
Panen raya ini menegaskan bahwa capaian 12,5 ton/ha menjadi pijakan untuk memperluas PM-AAS hingga 6.530 hektare, dengan sasaran utama meningkatkan produksi, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani.
BRMP Sulawesi Barat akan terus mengawal penerapan teknologi dan modernisasi pertanian bersama pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat kontribusi Sulawesi Barat dalam mendukung swasembada pangan nasional.(T)