Perkuat Kemurnian Benih, BRMP Sulbar Laksanakan Rouging Tahap Dua Kegiatan perbenihan Padi
POLEWALI MANDAR-Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat kembali melaksanakan kegiatan rouging atau pencabutan tanaman tidak sesuai varietas pada kegiatan produksi Benih Sumber Tanaman Pangan Spesifik Lokasi. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas 9 hektar milik Kelompok Tani Harapan Mulya, yang berlokasi di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Kelompok Tani Harapan Mulya merupakan mitra BRMP Sulawesi Barat dalam pelaksanaan kegiatan produksi benih sumber padi varietas unggul. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif untuk mendorong penguatan sistem perbenihan di tingkat petani.
Adapun varietas padi yang dikembangkan pada lokasi ini adalah Inpari 42, salah satu varietas unggul nasional yang dikenal berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, serta adaptif terhadap kondisi agroekosistem lokal. Rouging kedua ini dilakukan untuk memastikan keseragaman dan kemurnian varietas dengan mengidentifikasi dan mencabut tanaman yang menunjukkan penyimpangan morfologi atau terserang penyakit.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Musmuliadi, selaku Pengawas Benih Tanaman yang memberikan pendampingan teknis serta memastikan bahwa seluruh proses rouging dilaksanakan sesuai dengan standar operasional perbenihan yang berlaku.
Rouging bertujuan untuk menjaga kemurnian genetik varietas, meningkatkan mutu benih secara fisik dan fisiologis, serta menjamin benih yang dihasilkan memenuhi syarat sertifikasi. Upaya ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas BRMP sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2025 tentang pelaksanaan produksi benih/bibit sumber dan penilaian kesesuaian.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Barat berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan nasional melalui penyediaan benih bermutu, sehat, dan bersertifikat, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan terlaksananya rouging tahap kedua ini, diharapkan benih sumber yang dihasilkan dari lokasi ini akan berkontribusi nyata dalam menciptakan sistem perbenihan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.