Perkuat Tata Kelola Perbenihan, BBRMP Sulbar Ikuti Pengawalan Manajemen Risiko Benih Padi di Bogor
BOGOR- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menghadiri kegiatan Pengawalan Manajemen Risiko Perbanyakan Benih Sumber Padi Lingkup BRMP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Inspektorat IV Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Kegiatan berlangsung di Aula Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, pada 7–8 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar BBRMP Sulawesi Barat hadir bersama Wakil Manajer Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) serta Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan tata kelola perbenihan nasional.
Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem manajemen risiko dalam perbanyakan benih sumber padi guna mendukung program swasembada pangan nasional. Agenda tersebut diikuti oleh 21 UPT lingkup BRMP Kementerian Pertanian dan menghadirkan sejumlah narasumber dari Inspektorat Jenderal serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penguatan terkait penyusunan dan pengawalan manajemen risiko perbenihan padi, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga langkah mitigasi terhadap potensi kendala di lapangan. Pendekatan manajemen risiko dinilai penting untuk memastikan seluruh proses kegiatan berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Selain menerima materi dan arahan, seluruh peserta dari masing-masing BBRMP juga melakukan penyusunan dokumen manajemen risiko kegiatan benih sumber padi dengan pendampingan langsung dari tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Pendampingan tersebut bertujuan agar setiap satuan kerja mampu mengidentifikasi potensi risiko, menentukan langkah mitigasi, serta menyusun strategi pengendalian yang tepat sesuai kondisi dan tantangan di wilayah kerja masing-masing.
Keikutsertaan BBRMP Sulawesi Barat dalam kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat koordinasi antar-UPT lingkup BRMP dalam menyamakan persepsi dan strategi pengelolaan risiko, khususnya dalam menjaga mutu dan keberlanjutan produksi benih sumber padi di wilayah kerja Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan prinsip tata kelola yang baik (good governance) pada kegiatan perbenihan dapat semakin optimal sehingga mendukung tercapainya target pembangunan pertanian dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.(MN)