Rapat Turun Sawah di Desa Sumberjo, Sinergi Pemerintah dan Petani Tingkatkan Produksi Pangan
POLEWALI MANDAR-Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Rapat Turun Sawah di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo. Acara ini dihadiri oleh serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan mewakili Bupati Polman Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Polman mewakili Kepala Dinas, Kepala BRMP Sulawesi Barat, Ketua DPRD Polewali Mandar, Kepala Desa se-Kecamatan Wonomulyo, Penyuluh Pertanian serta para petani
Sambutan Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, penyuluh, dan petani untuk mengoptimalkan produksi padi. Desa Sumberjo disebut sebagai salah satu sentra produksi unggulan yang berkontribusi besar terhadap pasokan beras di Polman.
Kepala BRMP Sulbar menegaskan peran instansi dalam memberikan pendampingan teknis langsung di lapangan, serta memaparkan program-program Kementerian Pertanian, seperti pompanisasi, luas tambah tanam, optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, dan pengembangan padi gogo, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen. Tahun ini, Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan target 4.070 hektare cetak sawah dan 5.020 hektare optimalisasi lahan non rawa. Kepala BRMP menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah. BRMP hadir sebagai bagian dari dukungan teknis agar program pemerintah pusat dapat diterapkan efektif di Kabupaten Polewali Mandar.
Dari legislatif, Ketua DPRD Polman mengapresiasi antusiasme masyarakat tani dan menyatakan komitmennya mendukung pemenuhan sarana-prasarana pertanian. Ia juga mengajak kepala desa dan masyarakat untuk menjaga kekompakan agar hasil panen semakin maksimal.
Sementara itu, Asisten II mewakili Bupati Polman menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berpihak pada petani. Ia menekankan pentingnya jadwal tanam serentak, pemanfaatan lahan subur secara optimal, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan pemerintah pusat, daerah, legislatif, penyuluh, dan petani dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Polewali Mandar.
Hasil Rapat Turun Sawah ini menetapkan jadwal tanam rendengan dengan pembukaan air 5 Oktober 2025, hambur benih 20 Oktober–5 November, tanam 14–26 November, dan penutupan air 1 Maret 2026, sementara untuk musim gaduh air dibuka 4 April 2026 dan ditutup 31 Agustus 2026. Varietas padi yang dianjurkan adalah Mekonga, Cigeulis, Ciherang, dan Inpari 42 dengan jarak tanam 23x23 cm atau 25x25 cm, serta pemupukan menggunakan pupuk organik, urea, dan NPK sesuai kebutuhan. Petani diminta waspada terhadap hama tikus, penggerek batang, wereng, serta penyakit tungro, blas, kresek, hawar daun, dan kerdil rumput dengan pengendalian melalui sanitasi lingkungan dan pestisida bijaksana. Biaya pengolahan tanah ditetapkan sekitar Rp1,2 juta/ha, biaya tanam Rp1,2–1,5 juta/ha, serta aturan upah tenaga panen menggunakan power thresher dan combine. Semua keputusan ini akan disosialisasikan lewat kelompok tani/P3A dan dapat direvisi melalui musyawarah.
Rapat ini diharapkan menjadi pedoman bersama seluruh petani di Kecamatan Wonomulyo dan akan disebarluaskan melalui kelompok tani/P3A maupun diumumkan di masjid desa. Apabila di kemudian hari diperlukan perubahan, maka akan dimusyawarahkan kembali secara bersama-sama.