BBRMP Sulbar Perkuat Strategi Percepatan Tanam Dukung Program Strategis Kementan
MAMUJU-Rapat internal evaluasi realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Aula Diseminasi BBRMP Sulbar. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Balai yang juga menjabat sebagai PJ Provinsi dan dihadiri oleh Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, PJ Kabupaten, Tim LO, para Penyuluh Pertanian, serta perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat.
Rapat ini membahas capaian realisasi LTT serta langkah-langkah percepatan pencapaian target tanam tahun 2026 dalam mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian. Dalam arahannya, Kepala Balai sekaligus PJ Provinsi menegaskan agar seluruh jajaran segera “tancap gas” dalam mengawal realisasi LTT dengan menjadikan data tahun sebelumnya sebagai acuan kerja dan memastikan progres harian terukur serta dilaporkan secara rutin.
Ia menekankan bahwa lahan yang telah panen tidak boleh dibiarkan terlalu lama menganggur. Maksimal 14 hari setelah panen, lahan harus sudah kembali ditanami. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan aktif kepada petani agar segera melakukan tanam ulang, mengingat potensi luas panen merupakan potensi tanam yang harus dioptimalkan.
Secara khusus kepada para Penyuluh Pertanian, Kepala Balai menyampaikan strategi percepatan realisasi tanam dengan segera mengidentifikasi kebutuhan petani di wilayah masing-masing serta memasukkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) agar dapat diakomodir dalam program dan dukungan yang tersedia. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan mempercepat realisasi tanam di lapangan.
Dalam pembahasan juga terungkap salah satu kendala, yaitu tingginya target yang ditetapkan akibat data Luas Baku Sawah (LBS) yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Perbedaan antara data administrasi dan kondisi aktual berdampak pada penetapan target yang dinilai cukup tinggi, sehingga diperlukan evaluasi dan penyesuaian berbasis kondisi faktual.
Sebagai langkah strategis, disepakati pelaksanaan simulasi atau estimasi target LTT di setiap kabupaten serta penggunaan sistem satu pintu melalui e-Puslu guna menjamin keseragaman dan akurasi data. Bustamin selaku pengelola data turut memaparkan realisasi LTT serta pentingnya penyesuaian hasil poligon sesuai arahan Kepala Balai untuk mengevaluasi LBS berdasarkan kondisi riil di lapangan agar realisasi dan target tanam lebih selaras dan realistis.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan peran BRMP dalam mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian, khususnya percepatan tanam, peningkatan Indeks Pertanaman (IP), optimalisasi lahan, dan peningkatan produksi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Selain sebagai forum evaluasi, rapat ini menjadi wadah bagi PJ Kabupaten, Tim LO, dan penyuluh untuk menyampaikan berbagai kendala dan permasalahan di lapangan agar dapat dicarikan solusi bersama secara terkoordinasi.(MN)