Belajar Sistem Perbenihan sebagai Fondasi Pertanian Modern
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat kembali menghadirkan ruang belajar aplikatif bagi mahasiswa melalui program magang/praktik kerja lapang. Kali ini, mahasiswa Universitas Mamuju (UNIMAJU) dari Program Studi Agribisnis dan Ekonomi Pembangunan mendapatkan pembekalan materi yang menitikberatkan pada sistem perbenihan sebagai fondasi utama pembangunan pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami tata kelola pertanian secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan magang, mahasiswa memperoleh materi bertajuk “Peran Unit Pengelola Benih Sumber dalam Penyediaan Benih Bermutu” yang disampaikan oleh Muhammad Ricky. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya sistem perbenihan dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.
Dalam pemaparannya, Muhammad Ricky menjelaskan bahwa Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan benih bermutu, mulai dari proses produksi, pengawasan mutu, hingga distribusi kepada pengguna. Menurutnya, benih merupakan faktor kunci dalam keberhasilan budidaya.
“Keberhasilan usaha tani sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan. Benih bermutu menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian,” jelasnya di hadapan peserta magang.
Lebih lanjut, ia memaparkan tahapan pengelolaan benih sumber, mulai dari seleksi varietas unggul, proses perbanyakan, sertifikasi, hingga sistem penyimpanan dan distribusi. Mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai standar mutu benih serta mekanisme pengawasan untuk memastikan benih yang dihasilkan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa UNIMAJU yang aktif mengajukan pertanyaan, khususnya terkait peluang usaha di bidang perbenihan serta tantangan dalam menjaga konsistensi mutu benih di tingkat lapangan.
Program magang ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian tentang layanan magang yang menekankan pentingnya pengalaman kerja nyata dalam membentuk kompetensi dan profesionalisme generasi muda pertanian.
Melalui materi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami aspek budidaya, tetapi juga menyadari pentingnya sistem perbenihan sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian modern. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.(HR/MN)