Gropyokan Digencarkan, Lintas Sektor Amankan Lokasi PM-AAS dan Perbenihan Padi
POLEWALI MANDAR- Sebagai langkah konkret dalam mengamankan produksi pangan nasional, digelar aksi massal pengendalian hama tikus atau yang dikenal dengan istilah Gropyokan. Kegiatan ini difokuskan sebagai tindakan preventif (pencegahan) menjelang masa tanam di lokasi kegiatan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) serta area perbenihan padi.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Bumiayu ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak. Turut hadir dalam aksi lapangan tersebut Kepala Desa Bumiayu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonomulyo, POPT Dinas Pertanian Kabupaten Polewali Mandar, Tim Teknis Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat.
Pemilihan waktu pengendalian sebelum masa tanam merupakan strategi krusial. Tikus sawah (Rattus argentiventer) dikenal sebagai hama utama yang memiliki tingkat adaptasi dan reproduksi yang tinggi. Tanpa pengendalian dini, populasi tikus dapat meledak dan merusak ekosistem pertanaman secara luas.
Kerusakan yang diakibatkan oleh R. argentiventer tidak hanya terjadi pada satu fase pertumbuhan. Hama ini menyerang padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, hingga fase generatif. Tikus juga memiliki kebiasaan memotong batang padi pada bagian tengah, yang mengakibatkan tanaman rebah dan mati sebelum sempat bulir padi terbentuk. Pada fase generatif, tikus sering kali memakan malai padi yang sedang mengisi, sehingga potensi kehilangan hasil (yield loss) dapat meningat signifikan, bahkan berisiko menyebabkan gagal panen total jika tidak ditangani secara kolektif.
Melalui gerakan gropyokan, dilakukan penekanan populasi tikus dengan cara sanitasi lingkungan serta pembongkaran lubang aktif. Upaya ini difokuskan untuk memastikan lokasi PM-AAS dan area perbenihan padi terbebas dari gangguan hama sebelum kegiatan tanam dimulai.
Tim teknis BBRMP Sulawesi Barat menyatakan optimisme bahwa langkah preventif ini akan mendukung kelancaran pelaksanaan program PM-AAS dan kegiatan perbenihan padi di wilayah tersebut. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga kualitas benih yang dihasilkan guna mendukung ketahanan pangan nasional.(MSH/HR)